Kementerian PUPR Selesaikan Penggantian 9 Jembatan CH di Jawa Timur

JakartaHits.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menggantikan atau merevitalisasi sembilan jembatan tua yang merupakan bagian dari jalur logistik utama dan sistem jaringan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur. Program penggantian jembatan tipe CH ini adalah bagian dari upaya untuk mengurangi risiko jembatan runtuh karena usia di atas empat puluh tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan jembatan runtuh adalah efek beban berlebih kendaraan.

Menurut Endra S. Atmawidjaja, Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR, pembangunan dan pemeliharaan jalan dan jembatan merupakan bagian penting dari ekonomi wilayah dan merupakan tulang punggungnya. Kami harus memastikan kondisi jalan raya dan jembatan yang stabil untuk mempermudah distribusi logistik di Indonesia.

“Konektivitas antar kawasan perlu terus dijaga bahkan ditingkatkan, salah satunya dengan penggantian jembatan yang sudah berumur tua agar aliran barang, jasa, dan manusia bisa lebih lancar dan efisien. Dengan konektivitas yang baik, diharapkan pertumbuhan ekonomi kawasan juga meningkat,” kata Jubir Endra.

Baca Juga : Menelisik Kiprah PLN Icon Plus Membangun Negeri

Di Jawa Timur, sembilan jembatan telah diperbarui. Yang pertama adalah Jembatan Wirolegi di Kabupaten Jember, sepanjang 35 meter, yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Yang kedua adalah Jembatan Trisula Lama, sepanjang 170 meter, yang menghubungkan Kota Blitar dan Kabupaten Tulungagung.

Lalu ada dua jembatan di Kabupaten Pacitan dengan total penanganan 614 meter, yaitu Jembatan Teleng sepanjang 60 meter di Jalan Raya Tompak Rinjing dan Jembatan Kangkung sepanjang 80 meter di Jalan Raya Pacitan-Trenggalek. Selain itu, ada juga Jembatan Munjungan sepanjang 55 meter di Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek.

Empat jembatan lainnya adalah Jembatan Ngujang di Kabupaten Tulungagung sepanjang 150 meter, Jembatan Bandar Ngalim di Kota Kediri sepanjang 142 meter, Jembatan Jetak di Kabupaten Bojonegoro sepanjang 50 meter, dan Jembatan Kalitakir di Kabupaten Banyuwangi sepanjang 50 meter.

Baca Juga : Jakarta Batal Jadi Tuan Rumah Formula E 2024, Ini Penjelasan FIA

Dengan selesainya penggantian atau duplikasi Jembatan Callender Hamilton, Endra berharap dapat meningkatkan layanan transportasi jalan, khususnya untuk meningkatkan kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di Jawa Timur, termasuk memudahkan akses ke tempat wisata dan liburan keluarga. (GA)*

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button