Dari Busan, Rano Karno Dorong Jakarta Bangun Ekosistem Film Bertaraf Global

JakartaHits.id — Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri pembukaan Busan International Film Festival (BIFF) ke-31 di Busan Cinema Center, Korea Selatan, Selasa (6/10) malam. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memperluas jejaring perfilman sekaligus memperkuat ekosistem industri film di Ibu Kota.

BIFF tahun ini berlangsung pada 6-15 Oktober 2026 dengan menghadirkan 316 film dari 59 negara. Indonesia turut mendapat perhatian melalui dua film yang masuk kompetisi utama, yakni Ibuku karya Eddie Cahyono dan Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen.

Rano mengatakan Jakarta dapat mempelajari pengalaman Busan dalam membangun ekosistem perfilman. Sejak 2014, Busan telah ditetapkan UNESCO sebagai Creative City of Film dan menjadi kota pertama di Asia yang memperoleh predikat tersebut.

Menurut Rano, keberhasilan Busan tidak hanya bertumpu pada festival film, tetapi juga didukung pendidikan, infrastruktur, produksi, pasar, hingga jejaring internasional yang dibangun secara berkelanjutan.

“Kita berada di jalan dan jalur yang benar. Cuma memang perlu waktu,” ujar Rano.

Dalam kunjungannya, Rano juga melakukan pertemuan dengan sejumlah institusi perfilman di Busan, termasuk Busan Asian Film School dan Busan Cinema Center. Pembahasan mencakup peluang pengembangan talenta, pendidikan produser, pengembangan proyek film, hingga program mentoring.

Rano membuka peluang agar talenta muda Jakarta mendapat akses pendidikan perfilman di Busan. Salah satu gagasan yang dibahas adalah kerja sama pengembangan sumber daya manusia dengan institusi pendidikan film di Korea Selatan.

“Apakah ada kemungkinan student dari Jakarta bisa sekolah di sini dan biaya pendidikannya didukung Pemerintah Jakarta?” kata Rano.

Ia menilai penguatan industri film tidak cukup hanya dengan meningkatkan jumlah produksi. Jakarta juga perlu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menulis, menyutradarai, memproduksi, mengelola proyek, hingga memahami pasar internasional.

Perkuat Jakarta Film Commission

Rangkaian kunjungan Rano juga diisi pertemuan dengan Busan Film Commission. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama dalam fasilitasi produksi, lokasi syuting, peningkatan kapasitas pekerja film, serta penguatan jejaring film commission di Asia.

Menurut Rano, pengalaman Busan dapat menjadi referensi bagi Jakarta yang tengah membangun ekosistem perfilman melalui Jakarta Film Commission (JFC).

“Saya ingin tahu bagaimana awalnya Busan membangun ini sampai menjadi seperti sekarang agar Jakarta juga bisa menjadi kota film,” ujarnya.

JFC sendiri diluncurkan pada 26 Juni 2026 sebagai layanan terpadu untuk mendukung produksi film dan audiovisual di Jakarta. Layanan tersebut mencakup informasi, koordinasi, fasilitasi lokasi dan perizinan, serta pengembangan jejaring industri.

Hubungan Jakarta dan Busan di bidang perfilman sebelumnya juga telah terjalin. Pada April 2026, delegasi Busan Film Commission berkunjung ke Jakarta untuk melihat perkembangan ekosistem perfilman di Ibu Kota.

Melalui kerja sama tersebut, Jakarta berharap semakin banyak sineas, pekerja film, dan talenta muda lokal yang dapat terhubung dengan jaringan industri perfilman Asia hingga internasional.

Rano menegaskan, Jakarta tidak hanya ingin menjadi tempat produksi film. Ibu Kota juga diarahkan menjadi ruang yang mampu melahirkan talenta, mempertemukan pelaku industri, membuka akses pasar global, serta menjadikan film sebagai bagian dari perkembangan kota. (Sulton)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button