Dongeng, Cara Belajar yang Tak Lekang Dimakan Jaman
JakarrtaHits.id – Saat ini tradisi menceritakan sesuatu (mendongeng) untuk anak-anak yang dilakukan para orang tua sudah semakin langka. Pengaruh jaman yang serba modern memang banyak berpengaruh terhadap tradisi ini.
Lihat saja anak-anak jaman sekarang terasa lebih akrab dengan tayangan-tayangan televisi yang berlomba-lomba menampilkan acara khusus untuk anak-anak. Belum lagi gadget yang dengan ganas menyerbu dunia anak-anak.
Sesungguhnya kegiatan mendongeng memiliki banyak manfaat yang mungkin tidak bisa mereka dapatkan dalam tayangan televisi. Berbeda dengan tayangan cerita-cerita anak ditelivisi, mendongeng memiliki banyak peluang bagi anak untuk berinteraksi langsung dengan si pendongeng dalam hal ini adalah orang tua.
Interaksi adalah hal yang sangat penting bagi perkembangan mental dan moral si anak, karena dengan interaksi, anak dapat langsung bertanya tentang hal-hal yang mereka kurang mengerti sehingga kebingungan si anak tentang sesuatu hal dapat diminimalisir.
Mendongeng juga mampu memberikan pesan moral yang membantu anak-anak dalam mengatasi persaingan antar saudara, konflik dengan orang tua, dan dorongan-dorongan negatif lainnya. Menurut Lawrence Kutner, Ph.D, psikiater dari Harvard, AS, dongeng penting bagi anak agar dapat memasuki perjalanan hidupnya tanpa risiko.
Anak bisa mengatasi masalahnya dengan mengidentifikasikan diri dengan tokoh cerita. Masalah yang dihadapi ketika pertama kali anak masuk sekolah, misalnya, bisa diatasi dengan enak.
Bahkan Prof. Janine Despinette, pakar dan kritikus buku dari Prancis, mengatakan, sejak dini anak perlu belajar mendengarkan cerita yang dibacakan orang tua atau guru mereka, sehingga mereka mampu menghargai nilai-nilai dalam cerita.
Mendongeng adalah suatu proses kreatif. Pendongeng menciptakan dunia lain, yang diharapkan dapat mengirim pendengarnya akan pesan-pesan positif dari dunia imajinasi itu.
Mendorong anak gemar terhadap dongeng memang bermuara pada peran aktif orang tua sejak dini, yakni sejak anak berusia 3 tahun.
Pada usia itu anak sudah mampu mengingat dengan kuat, sehingga kemesraan dan cinta kasih yang dirasakan ketika Anda membacakan dongeng untuknya akan diingat sepanjang hayat.





