Djarum Foundation Bekali Gen Z dengan Soft Skills dan Jejaring Sosial untuk Tingkatkan Daya Saing

Djarum Foundation dorong mahasiswa memperkuat soft skills dan memperluas jejaring untuk menghadapi dunia kerja.

JakartaHits.id – Djarum Foundation terus mendorong pengembangan keterampilan nonteknis (soft skills) dan jejaring sosial bagi generasi Z (Gen Z) sebagai bekal menghadapi persaingan dunia kerja. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Djarum Beasiswa Plus yang berfokus pada penguatan kompetensi dan kapasitas mahasiswa.

Salah satu bentuk pelaksanaannya melalui Temu Wicara Nation Building Beswan Djarum 2025/2026 bertajuk “Karsa Muda Berkarya”. Kegiatan ini membahas pentingnya kepemimpinan, pengaruh sosial, dan kolaborasi bagi generasi muda.

Program Manager Djarum Foundation, Abraham Delta Oktaviari, mengatakan kemampuan membangun hubungan sosial dan kepemimpinan menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan dalam dunia profesional.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan narasumber untuk berbagi pengalaman, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan dan membangun kolaborasi.

“Kami mencermati berbagai laporan global, termasuk dari World Economic Forum, terkait softskill yang akan berkembang pesat pada masa depan. Salah satunya, terkait aspek kepemimpinan dan pengaruh sosial. Ini relevan dengan kecenderungan di generasi muda, khususnya gen Z saat ini, yang mengharapkan tujuan dan koneksi sosial saat memasuki dunia profesional. Maka itu, dalam Temu Wicara ini, kami tidak hanya menghadirkan narasumber untuk berbagi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berjejaring dan berkolaborasi,” kata Abraham.

Ia menjelaskan, mahasiswa juga perlu membangun lingkungan pertemanan yang sehat dan suportif. Dengan demikian, mereka dapat saling mendukung serta bekerja sama dalam menghasilkan kontribusi positif bagi masyarakat.

Konten strategis dan wirausahawan Natasha Keniraras atau Natkeni turut menyoroti pentingnya lingkungan sosial dalam mendukung perkembangan generasi muda. Ia mengaku pernah mengalami kelelahan mental ketika menjalani perkuliahan meskipun berhasil mencapai prestasi akademik hingga tingkat internasional.

“Dulu waktu kuliah, aku publikasi jurnal sampai ke level internasional. Ternyata di tengah pencapaian ini, aku kelelahan mental. Jadi, punya lingkungan sosial yang suportif itu penting. Mereka bisa memberi masukan dan dukungan, tetapi yang akhirnya menyelamatkan kita itu justru bagaimana cara kita melihat ke diri kita sendiri. Jangan membandingkan dengan hidup orang lain yang terlihat di layar gawai, dengan perjalanan kita sendiri,” ujar Natasha.

Sebagai alumni Beswan Djarum, Natasha juga merasakan manfaat berbagai keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program tersebut. Beberapa di antaranya adalah negosiasi, memahami psikologi manusia, dan kemampuan komunikasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia berpesan agar generasi muda tidak takut mencoba berbagai peluang karena keberhasilan membutuhkan proses dan keberanian untuk terus belajar.

“Trial-error juga sampai akhirnya berhasil, yang penting mencoba terus karena kita tidak tahu bisa sejauh apa, sebanyak apa, dan seberapa lama kita akan berhasil,” katanya.

Sementara itu, Guru Besar Kimia Anorganik Institut Teknologi Bandung (ITB), Ismunandar, mengingatkan mahasiswa agar tidak terpaku pada perjalanan karier yang harus selalu berjalan sesuai rencana. Menurutnya, pengalaman yang beragam justru dapat memperkaya kemampuan dan membuka peluang baru.

“Kalau melihat CV orang lain, kok kesannya linear, seolah ada garisnya. Namun perjalanan hidup itu dimulai setiap kali kita harus mengambil keputusan. Ada yang terkesan tidak logis, terkadang zig-zag. Jika ingin bertumbuh, berkembang, dan berdampak, maka generasi muda harus selalu belajar, memperkaya diri dengan keterampilan. Jangan takut untuk ambil peluang. Kalau kita bisa, kenapa tidak?” ungkap Ismunandar.

Ia juga membagikan pengalamannya meniti karier di bidang akademis hingga diplomasi sebagai duta besar untuk UNESCO. Meski memiliki latar belakang keilmuan kimia anorganik, pengalaman dan keterampilan yang dimilikinya menjadi bekal untuk mengambil kesempatan di bidang lain.

“Banyak peluang yang biasanya muncul saat kita sedang dalam proses belajar, termasuk saat masih menjadi mahasiswa. Jadi, coba saja,” tambahnya.

Temu Wicara Nation Building tersebut diikuti lebih dari 500 mahasiswa dari sekitar 100 universitas di Indonesia. Selain memberikan kesempatan membangun jejaring, Djarum Foundation juga memfasilitasi pengembangan soft skills melalui kegiatan pementasan teater dan tari sebagai bagian dari program Nation Building. [Zayanul]

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button