48 Persen Sumber air di Jabodetabek Tercemar Bakteri

JakartaHits.id – Tercemarnya sumber air minum oleh kuman berbahaya serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai metode pengolahan air minum yang ideal diyakini sebagai salah satu penyebab tingginya angka kejadian berbagai penyakit infeksi di Indonesia seperti diare, thypus, kolera dan disentri.
Hal ini sangat memprihatinkan mengingat penyakit tersebut dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan baik dan tepat.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Unilever bersama dengan Sucofindo di 300 sumber air tanah di wilayah Jabodetabek dan Bandung.
Penelitian tersebut menemukan 48 persen sumber air di Jabodetabek dan Bandung tersebut tercemar oleh bakteri coliform. 50 persen diantaranya berada pada tingkat keasaman (pH) yang rendah di luar ambang batas wajar.
Untuk wilayah yang sama, lebih dari 40 persen warga masih memasak air tanah/PAM mereka untuk sumber utama air minum. Jika diukur secara nasional bahkan 57 persennya masih menggantungkan proses air minum mereka dengan merebus.
Baca juga : Polusi Udara di Indonesia Buruk ISPA Meningkat Hingga 30 Persen
Dr. R. Budi Haryanto SKM, M.Kes, M.SC, pakar Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia menyatakan bahwa hampir 50 persen penyakit yang diderita oleh masyarakat Indonesia ini disebabkan oleh air minum yang tercemar dan pola hidup tidak bersih.
Sebut saja diare, 124 juta orang di Indonesia menderita diare pada tahun 2006 dan jumlah kasus diare menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun yakni 30 persen tahun 2000 dan meningkat menjadi 35 persen hanya dalam kurun waktu tiga tahun (2003).
Diare menduduki peringkat kedua penyebab kematian balita dengan 162.000 kematian setiap tahunnya. Balita yang minum air tercemar memilki resiko lebih tinggi terkena diare dibanding balita yang air minumnya aman.
“ Dari penelitian yang kami lakukan, sebagian besar air isi ulang yang saat ini masih mengandung bakteri coliform yang bisa menimbulkan diare,” jelas Dr. R Budi Haryanto
Keadaan ini mengharuskan masyarakat untuk mencari metode pengolahan air tepat guna untuk menghasilkan air minum yang layak dan aman. Tanpa metode yang tepat, bahkan setelah direbus, air tersebut masih belum aman sepenuhnya untuk dikonsumsi.
Baca juga : Jogging Pagi untuk Jaga Kesehatan Tubuh dan Mental
Lebih berhati-hati dan lebih cermat saat mengkonsumsi air minum, karena penyakit diare dan penyakit lain setiap saat mengintai Anda sekeluarga






One Comment