Kasus Kanker Serviks Masih Tinggi, PAPDI Imbau Revaksinasi HPV dengan Vaksin Generasi Baru

Jakartahit.id– Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) mengimbau masyarakat untuk melakukan revaksinasi HPV (Human Papillomavirus), khususnya dengan vaksin generasi terbaru yang mencakup lebih banyak tipe HPV berisiko tinggi.

Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia. Data tahun 2022 menunjukkan, terdapat sekitar 36.000 kasus baru kanker serviks, dengan angka kematian mencapai 21.000 jiwa per tahun.

“HPV tipe 52 dan 58 merupakan tipe yang paling sering ditemukan di Indonesia, namun tidak tercakup dalam vaksin HPV generasi lama,” kata dr. Anshari Saifuddin Hasibuan, Sp.PD, K-AI, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (27/8/2025).

Vaksinasi HPV Perlu Diperbarui

HPV diketahui memiliki lebih dari 200 tipe. Beberapa di antaranya, seperti HPV tipe 16, 18, 52, dan 58 termasuk kategori risiko tinggi karena dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker anogenital.

“Revaksinasi menggunakan vaksin generasi terbaru yang melindungi terhadap sembilan tipe HPV sangat disarankan, terutama karena mencakup tipe 52 dan 58 yang banyak ditemukan di Indonesia,” ujar Anshari.

Saat ini, terdapat tiga jenis vaksin HPV yang tersedia di Indonesia. Semuanya memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 16 dan 18. Namun, tidak semua vaksin mencakup tipe HPV lainnya yang juga berisiko tinggi.

Anjuran Usia Vaksinasi

Ketua Satgas Imunisasi PP PAPDI, Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI, FINASIM, menjelaskan bahwa vaksinasi HPV dapat diberikan mulai usia 9 tahun pada anak perempuan, sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Untuk orang dewasa, vaksinasi HPV dianjurkan mulai usia 19 tahun sebagaimana tercantum dalam jadwal imunisasi dewasa dari PAPDI.

“Bagi masyarakat yang sudah menerima vaksin HPV generasi lama, revaksinasi dapat menjadi pertimbangan untuk meningkatkan cakupan perlindungan terhadap tipe-tipe HPV lain,” ujarnya.

Bagian dari Kalender Vaksinasi Dewasa

Ketua Umum PP PAPDI, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH, menambahkan bahwa PAPDI mendukung upaya eliminasi penyakit terkait HPV melalui edukasi, sosialisasi, dan pembaruan jadwal imunisasi dewasa.

“Revaksinasi HPV menjadi bagian penting yang bisa ditambahkan ke dalam kalender vaksinasi dewasa. Kami mendorong para dokter untuk aktif berdiskusi dengan pasien mengenai pentingnya vaksinasi ini,” kata Eka.

Dukungan Industri Kesehatan

Perwakilan MSD Indonesia, George Stylianou, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung peningkatan cakupan vaksinasi HPV melalui penyediaan vaksin generasi terbaru yang sesuai dengan kebutuhan populasi di Indonesia.

“Kami berharap edukasi ini bisa mendorong masyarakat untuk mengambil langkah preventif melalui vaksinasi, sehingga kualitas hidup masyarakat Indonesia dapat terus meningkat,” ujar Stylianou.

WHO Targetkan Eliminasi Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan pada perempuan di dunia. Berdasarkan proyeksi WHO, tanpa langkah pencegahan yang efektif, jumlah kasus kanker serviks bisa meningkat dari 662.300 pada 2022 menjadi 760.000 pada 2030, dengan angka kematian naik dari 348.900 menjadi 411.000.

WHO mencanangkan strategi global “90–70–90”, yakni:

90 persen anak perempuan divaksinasi HPV sebelum usia 15 tahun,

70 persen perempuan diskrining pada usia 35 dan 45 tahun,

dan 90 persen perempuan dengan penyakit serviks mendapat pengobatan tepat waktu.

Konsultasikan ke Dokter

PAPDI mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi HPV lengkap atau memiliki kondisi medis tertentu untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Revaksinasi dengan vaksin generasi terbaru dapat memberikan perlindungan yang lebih luas terhadap HPV penyebab kanker.

Informasi lebih lanjut mengenai imunisasi dewasa dan vaksinasi HPV dapat diakses melalui situs resmi PAPDI di satgasimunisasipapdi.com

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button