Ajarkan Anak Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Cara Bermain

Jakartahits.id – Bermain memang menjadi dunia tersendiri bagi anak-anak, apapun aktivitas yang mereka lakukan mereka melakukannya dengan bermain. Termasuk saat mengajarkan anak untuk cuci tangan pakai sabun.

Bagi anak-anak mencuci tangan pakai sabun mungkin menjadi hal yang sederhana dan tak begitu penting. Disinilah orang tua perlu memberikan pemahaman agar anak-anak dapat lebih mengerti pentingnya cuci tangan pakai sabun.

Namun demikian tak mudah mangajarkan anak untuk terbiasa cuci tangan pakai sabun, terlebih dimomen-momen tertentu.

Untuk itu orang tua juga harus memahami untuk menggunakan cara-cara tertentu agar anak bisa memahami dengan benar apa yang diajarkan. Salah satu cara yang bisa dibilang efektif adalah dengan cara bermain.

Hal tersebut diutarakan Irma Gustiani Andriani, S.Psi, M.Psi, Psikolog anak dan keluarga saat peluncuran Kampanye SIAGA yang di gelar Lifebuoy beberapa waktu lalu.

Menurut Irma bermain dapat menunjang perkembangan optimal anak, baik secara fisik maupun sosial emosi.

Baca juga : 5 Tips Mudah Mengatasi Mabuk Perjalanan

Dengan bermain, anak akan mendapatkan banyak cara dan kesempatan untuk belajar, dan membantu mengembangkan daya pikir kritis.

Selain itu bermain juga dapat mengajarkan anak untuk memahami manajemen waktu, kolaborasi, serta pemahaman akan konsekuensi dan risiko

Sehingga bermain menjadi sangat tepat untuk dijadikan sebagai sarana untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini.

 “Namun perlu diingat, para orang tua harus tetap mengawasi, baik dari segi keamanan dan keselamatan anak saat melakukan aktivitas permainan,” ujar Irma

Irma juga menambahkan bahwa orang tua juga perlu perlu mengawasi konten permainan yang menggunakan gadget maupun waktu yang digunakan.

Mengajarkan anak cuci tangan pakai sabun akan berdampak sangat besar terhadap kesehatan. Terlebih jika orangtua mengajarkan anak cuci tangan sambil bermain. Dengan begitu ada dua keuntungan yang akan didapat sang anak, kesehatan dan perkembangan fisik dan social yang posistif. (RS)***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button