Anak-anak juga Bisa Mengalami Depresi, Kenali Gejala dan Penangannya

JakartaHits.id – Jika Anda menganggap depresi hanya dialami orang dewasa maka anggapan Anda salah, karena ternyata anak-anak usia pra sekolah juga bisa mengalami depresi. Hal ini terungkap dari hasil penelitian mengungkap bahwa depresi klinis ternyata tak mengenal batasan usia.

Depresi merupakan gejala kehilangan gairah, semangat dan menurunnya daya fikir, dari gejalaa ini akan menimbulkan stress, gelisah dan cemas. Karenanya para orangtua banyak di anjurkan untuk mengenali kondisi kejiwaan anak sejak dini.

Beberapa penilitian psikolog, mengungkap salah satu gejala depresi yang di alami oleh bayi, biasanya selalu rewel. Jika bayi mengalami depresi atau kecemasan dan dibiarkan, maka akan terbawa dan berpengaruh sampai dewasa. Sedangkan depresi pada anak-anak di usia sekolah terlihat pada perubahan perilaku seperti prestadi pelajaran menurun.

Lantas, bagaimana cara mengatasi saat buah hati tercinta mengalami depresi?

– Berikan anak asupan nutrisi yang baik dan bergizi agar kondisi badannya tidak melemah. Atur pola istirahatnya dengan tidur cukup agar sel-sel otaknya bisa rileks dan memacu pertumbuhan hormon-hormon pembangkit mood juga semangat.

– Luangkan dan ciptakan quality time untuk anak. Manfaatkan sesempit apa pun waktu untuk berkomunikasi dengan anak setiap hari. Tanyakan kondisi anak, dengarkan ketika dia mengutarakan masalah yang sedang dihadapinya, berikan respons positif, dan biarkan ketika dia menuliskan apa yang dipikirkan dan dirasakannya di diary.

– Ciptakan suasana nyaman di rumah dan siapkan lingkungan yang mendukung bagi perkembangan anak sehingga dia dapat bermain, berimajinasi, mengembangkan kreativitasnya, serta mengekspresikan bakat seninya, seperti bermusik, menggambar, menulis, menari, dan berkreasi dengan kertas atau tanah liat. Seni-seni seperti ini bisa menjadi terapi kecerdasan dan kesehatannya.

– Bantulah si kecil untuk belajar mengidentifikasi bermacam strategi penanggulangan depresi. Misalnya, mengajarkannya cara meminta pertolongan jika ada seseorang yang mengganggunya, mengajarinya bersikap terbuka dengan mengatakan apa yang disukai dan tidak disukainya, atau meninggalkan orang yang bisa mengganggu kenyamanannya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button