EdgePoint Rayakan Lima Tahun Pertumbuhan, Catat 16.000 Situs Telekomunikasi di ASEAN
JakartaHits.id – Perusahaan infrastruktur telekomunikasi independen EdgePoint Infrastructure menandai usia kelima dengan pencapaian penting di kawasan ASEAN. Total 16.000 situs kini beroperasi di tiga negara, menegaskan peran EdgePoint sebagai salah satu pemain kunci dalam percepatan konektivitas digital di Asia Tenggara.
Dari keseluruhan portofolio, 11.080 situs berada di Indonesia, disusul 3.025 di Filipina dan 1.900 di Malaysia. Situs ke-16.000 tercatat berlokasi di Sumatera, wilayah yang tengah menunjukkan akselerasi investasi infrastruktur digital. Sejak berdiri pada 2020, EdgePoint membangun ekspansi regional melalui kolaborasi dengan seluruh operator seluler dan mitra strategis untuk menyediakan jaringan yang skalabel dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Chief Executive Officer sekaligus pendiri EdgePoint Infrastructure, Suresh Sidhu, menyebut pencapaian tersebut sebagai bukti konsistensi pertumbuhan sektor telekomunikasi di kawasan.
“Ketiga pasar berada pada fase perkembangan yang berbeda, namun memiliki fokus serupa: memperkuat investasi konektivitas digital,” ujarnya. “Mencapai 16.000 situs dalam lima tahun menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat dan mempertegas posisi EdgePoint sebagai mitra yang mampu menyediakan layanan secara efisien, cepat, dan dalam skala besar.” jelasnya.
Sidhu menambahkan bahwa keberhasilan perusahaan tidak lepas dari pendekatan yang menempatkan kebutuhan pelanggan di garis depan, adopsi teknologi baru, manajemen operasional yang adaptif, serta perekrutan talenta kompetitif.
Ia menyampaikan keyakinan bahwa investasi infrastruktur digital di ASEAN akan meningkat tajam dalam beberapa tahun mendatang seiring percepatan transformasi ekonomi berbasis cloud dan kecerdasan buatan. “Infrastruktur digital yang kokoh akan menjadi pondasi gelombang pertumbuhan berikutnya. Tujuan kami adalah memastikan konektivitas dapat diakses oleh semua,” kata Sidhu.
Dari Indonesia, Raymond Yan, CEO PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk — bagian dari EdgePoint — menilai pencapaian situs ke-16.000 di Sumatera sebagai momentum simbolik. “Pertumbuhan infrastruktur digital di Sumatera berjalan pesat dan memiliki arti strategis bagi kemajuan nasional,” ujarnya.
Menurut Yan, Centratama tetap fokus memperluas jejak ke kawasan timur Indonesia dan memperkuat jaringan di pusat-pusat urban melalui pembangunan menara, jaringan cakupan dalam gedung (IBC), dan serat optik. Ia menegaskan bahwa Centratama tengah membangun fondasi untuk perkembangan 5G dan broadband generasi selanjutnya guna memperkecil kesenjangan digital.
Sidhu kembali menyoroti skala portfolio penyewa EdgePoint yang kini mencapai hampir 26.000 penyewa di tiga negara — indikator bahwa infrastruktur yang dibangun perusahaan telah menjadi aset bersama bagi industri telekomunikasi. Selain ekspansi bisnis, perusahaan menjalankan program filantropi berbasis pendidikan yang disebut telah memberi manfaat kepada lebih dari 7.500 anak di kawasan.
Memasuki tahun keenam operasional, EdgePoint menegaskan komitmennya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di ASEAN. Dengan lebih dari 16.000 situs yang kini beroperasi, EdgePoint menyatakan akan terus menghadirkan solusi infrastruktur inovatif bagi operator, bisnis, pemerintah, dan komunitas.
“Konektivitas bukan sekadar jaringan. Ia adalah instrumen pemberdayaan masyarakat dan penggerak perekonomian,” ujar Sidhu.





