Davina Karamoy Nangis Saat Reading Pertama Film “Andai Waktu Bisa Diulang Kembali”

Davina Karamoy mengaku menangis sejak reading pertama karena kuatnya emosi karakter Dinar dalam film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali

JakartaHits.id – Aktris Davina Karamoy mengaku terbawa emosi saat mendalami karakter Dinar dalam film terbaru berjudul Andai Waktu Bisa Diulang Kembali. Hal itu ia sampaikan dalam press conference launching poster dan trailer film yang digelar FMM Studios bersama Langit Pictures Indonesia di Travoy Hub, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Dalam film tersebut, Davina memerankan Dinar, seorang perempuan muda yang hidup dalam tekanan besar. Dinar harus menghadapi banyak persoalan sekaligus, mulai dari masalah keluarga, hubungan cinta, pendidikan, sampai kebutuhan ekonomi.

Bagi Davina, karakter Dinar menjadi pengalaman akting yang berbeda. Ia mengaku sudah merasakan kuatnya beban emosional cerita sejak proses pembacaan naskah pertama bersama para pemain.

“Waktu reading pertama, aku sampai nangis karena naskahnya emosional banget,” ujar Davina Karamoy di Travoy Hub, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Davina menjelaskan, tantangan terbesar dalam memerankan Dinar bukan hanya pada kedalaman emosinya. Ia juga harus menyesuaikan diri dengan kepribadian Dinar yang jauh berbeda dari dirinya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Davina, Dinar merupakan sosok yang lebih banyak menyimpan perasaan. Karakter itu membuatnya harus menahan ekspresi, mengubah gestur tubuh, dan membangun pembawaan yang lebih tertutup di depan kamera.

“Dinar itu introvert, sedangkan aku aslinya bukan seperti itu. Jadi aku harus benar-benar menyesuaikan diri dengan karakter ini,” katanya.

Untuk memperkuat karakter tersebut, Davina juga melakukan penyesuaian pada tampilan fisiknya. Salah satunya dengan memakai poni agar sosok Dinar terasa lebih dekat dengan kebutuhan cerita.

Ia menilai perubahan kecil pada penampilan dapat membantu proses pendalaman karakter. Dengan begitu, Dinar tidak hanya hadir melalui dialog, tetapi juga melalui ekspresi, cara berjalan, dan bahasa tubuh.

Sutradara M. Amrul Ummami mengatakan Davina mampu menangkap emosi Dinar dengan baik. Menurutnya, karakter tersebut membutuhkan pemain yang dapat menampilkan perubahan batin secara bertahap.

“Davina dipilih karena dia bisa memaksimalkan potensi aktingnya dan sangat pas untuk memerankan transisi emosi Dinar,” ujar M. Amrul Ummami.

Amrul menilai perjalanan emosional Dinar menjadi salah satu kekuatan utama dalam film ini. Karena itu, pemilihan pemeran menjadi bagian penting agar pesan cerita dapat tersampaikan dengan kuat kepada penonton.

Sementara itu, Farhan Rasyid yang berperan sebagai Faiz mengaku tidak mengalami banyak kesulitan saat membangun chemistry dengan Davina. Farhan menyebut hubungan pertemanan yang sudah terjalin cukup lama membuat proses akting bersama terasa lebih natural.

“Aku dan Davina sudah berteman sekitar lima sampai enam tahun. Jadi untuk membangun chemistry itu lebih mudah,” ujar Farhan Rasyid.

Farhan mengatakan kedekatan tersebut membantu keduanya memahami ritme akting masing-masing. Ia juga merasa proses diskusi selama produksi menjadi lebih lancar karena mereka sudah saling mengenal.

Selain Davina Karamoy dan Farhan Rasyid, film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali juga dibintangi Nadzira Shafa, Vonny Anggraini, Bismo Satrio, dan Mazaki Ahmad. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 30 Juli 2026.

Press conference film ini juga menjadi bagian dari penguatan ruang kolaborasi industri kreatif di Travoy Hub. Sebagai Community Driven Transit Lifestyle Hub, Travoy Hub hadir dengan konsep yang menghubungkan aktivitas komersial, komunitas, dan berbagai moda transportasi dalam satu ekosistem terintegrasi.

Dengan fasilitas yang mendukung beragam kebutuhan acara, Travoy Hub terbuka untuk penyelenggaraan activation, konferensi pers, peluncuran produk, pameran, hingga kegiatan komunitas.

Kehadiran press conference film Andai Waktu Bisa Diulang Kembali di Travoy Hub sekaligus mempertegas peran tempat tersebut sebagai ruang kolaboratif. Travoy Hub tidak hanya menjadi lokasi transit dan aktivitas komersial, tetapi juga ruang yang mendorong pertumbuhan industri kreatif serta memperkaya pengalaman pengunjung.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button