RA Kartini, Jadikan Wanita Saat ini Bebas dan Dihargai

Jakartahits.id – Apa jadinya jika Indonesia tanpa RA Kartini? Raden Ajeng Kartini sosok pahlawan Wanita yang berasal dari Jepara, Jawa Tengah.
Kartini biasa disapa, yakin bahwa Pendidikan merupakan kunci utama bagi perempuan untuk menggapai kebebasan dan kemajuan. Hal itu ia tuangkan kedalam bukunya yang bernama “Door Duisternis tot Licht” dan telah diterjemahkan menjadi “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”, kemudian diterbitkan pada tahun 1911.
Pada masa penjajahan , RA Kartini sangat memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia. Yang saat itu wanita hanya boleh mengerjakan urusan dapur dan anak tanpa diberi kesempatan untuk mengeyam Pendidikan yang lebih tinggi lagi.
Pemikiran seperti itulah yang membuat Kartini merasa bahwa keberadaan wanita sering tidak dihargai dan itu ia membuat komitmen untuk memperjuangkan hak – hak wanita. Hal tersebut lah yang membuat beliau dikenal sebagai tokoh “Emansipasi Wanita”.
Kartini berjuang agar wanita Indonesia yang merasa tertindas dapat sederajat dengan pria. Pada akhirnya perjuangan dari Kartini benar – benar memberi pengaruh serta arti besar bagi wanita Indonesia.
Baca juga : Pemprov DKI Jakarta Siap Dukung Batik Betawi Go Internasional
Dapat kita lihat sekarang, banyak wanita yang berprestasi bebas melakukan apapun, bisa menjadi apapun. Bahkan Indonesia pernah di pimpin oleh Presiden wanita yaitu Megawati Presiden ke-5 Indonesia.
Menurut Gita Gutawa seorang Musisi wanita menyatakan bahwa pahlawan Perempuan yang wafat pada usia 25 tahun di Rembang, Jawa Tengah itu, tidak hanya merupakan symbol emansipasi wanita, tetapi juga symbol harapan.
“Dulu dia punya pemikiran yang dianggap tabu dan tak mungkin terwujud, terkait Pendidikan untuk Perempuan. Tapi Kartini berusaha mendobrak yang tak mungkin itu, dengan cara yang unik yaitu menulis,” ujar Gita.
Wanita Indonesia bisa menentukan pilihan hidup tanpa harus paksaan dari siapapun itu dan bisa menggapai ilmu setinggi – tingginya. Artinya wanita bisa berperan lebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama dalam bidang Pendidikan.
Kontributor : Annisa sidqi
Editor : Ronny Samudra






One Comment