BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Lewat Perumusan Kebijakan Berbasis Digital

JakartaHits – Pesatnya perkembangan inovasi teknologi menjadi tantangan bagi bank sentral untuk mengadopsi keunggulan digitalisasi serta memitigasi risikonya guna menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sejalan dengan visi Bank Indonesia menjadi bank sentral digital terbaik di emerging market, dibutuhkan perumusan kerangka kebijakan yang mengedepankan inovasi digital termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang efektif.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam Konferensi Internasional dan Call for Papers, “The 18th International Conference and Call for Papers, Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) – 2024″ menyampaikan bahwa forum riset dan penelitian dalam pengembangan digitalisasi terus didorong untuk menghasilkan terobosan kebijakan yang inovatif

Perry menekankan, digitalisasi menjadi kunci utama dalam bauran kebijakan Bank Indonesia terutama untuk mendorong kemajuan sistem pembayaran yang sudah dikembangkan melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) sejak tahun 2019.

Konferensi internasional dan call for papers BMEB ke-18 ini diselenggarakan secara berkesinambungan untuk terus memperkuat ekosistem riset di bidang ekonomi dan keuangan di Indonesia, dengan menghadirkan pakar-pakar ekonomi dunia guna membahas hasil-hasil riset terbaru dan mengulas isu-isu ekonomi terkini.

Beberapa hal yang mengemuka dalam sesi diskusi, yaitu tantangan dan risiko penggunaan Artificial Intelligence untuk perumusan kebijakan, pengembangan instumen dan aplikasi kebijakan berbasis AI, dampak perkembangan dan ketidakpastian ekonomi global terhadap proses perumusan kebijakan, pendekatan inovatif dalam perumusan, implementasi dan evaluasi kebijakan, dan mengulas potensi teknologi digital untuk memperkuat transparansi, akuntabilitas dan efisiensi kebijakan.

Kedepan, BMEB akan terus menjalin kerja sama strategis dengan jurnal-journal terindeks Scopus lainnya. Saat ini BMEB telah menjalin kolaborasi dengan Emerging Markets Finance and Trade (Scopus Q1) and Studies in Economics and Finance (Scopus Q2).

Pada tahun ini, diterima 179 papers yang merupakan kontribusi para peneliti Indonesia, peneliti dari luar negeri, maupun kolaborasi peneliti domestik dan internasional. Respons positif peneliti dan akademisi ini menunjukkan posisi jurnal BMEB yang semakin kuat.

Melalui proses double-blind review yang ketat, 42 hasil riset karya 117 peneliti berasal dari Indonesia, Malaysia, India, Japan, China, Turkey, Bangladesh, Brunei, Afrika Selatan,Pakistan dan lainnya diulas dalam forum.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari penyelenggaraan Festival Ekonomi dan Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Karya Kreatif Indonesia (KKI) yang akan secara resmi dibuka pada tanggal 1 Agustus 2024 dengan tema “Sinergi Memperkuat Ekonomi dan Keuangan Digital serta Inklusif untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan.”

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button