Nestle Dukung 5.000 UMKM untuk Peroleh Sertifikasi Halal Sesuai Regulasi Indonesia

JakartaHits.id — Nestle Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk membantu 5.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh sertifikasi halal, sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat inklusi ekonomi dan kepatuhan terhadap regulasi nasional.
Penandatanganan dilakukan dalam kunjungan resmi Wakil Presiden Swiss Guy Parmelin, yang juga anggota Dewan Federal sekaligus Kepala Departemen Ekonomi, Pendidikan, dan Riset. Parmelin menyebut kerja sama ini sebagai “komitmen jangka panjang Nestle Indonesia sebagai salah satu investor Swiss terpenting di Indonesia,” seraya menekankan kontribusi perusahaan dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok pangan di Indonesia selama lebih dari lima dekade.
Data BPJPH menunjukkan Indonesia memiliki sekitar 66 juta pelaku usaha, mayoritas skala mikro dan kecil, namun baru 2,1 juta yang mengantongi sertifikasi halal. Undang-Undang Jaminan Produk Halal mewajibkan seluruh produk makanan dan minuman yang dijual di Indonesia memiliki sertifikasi halal sejak Oktober 2024. Dari sisi konsumen, 93 persen masyarakat menempatkan status halal sebagai prioritas utama dalam berbelanja.
“Kami berkomitmen memperluas akses sertifikasi halal bagi UMKM agar mereka lebih berdaya saing, baik di dalam negeri maupun pasar global,” kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan. Ia menambahkan, keterlibatan Nestle akan mempercepat pembentukan ekosistem halal di Indonesia.
Presiden Direktur Nestle Indonesia Georgios Badaro menegaskan bahwa bagi perusahaan, halal bukan sekadar kewajiban hukum. “Bagi Nestle, halal adalah komitmen pada kualitas, keamanan, dan kepercayaan. Melalui inisiatif bersama BPJPH ini, kami mendukung 5.000 UMKM lewat bantuan teknis dan peningkatan kapasitas,” ujarnya.
Nestle telah menanamkan investasi lebih dari USD 617 juta (Rp 8,9 triliun) sejak memulai operasinya di Indonesia pada 1971. Perusahaan mengoperasikan empat pabrik di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sembilan kantor pemasaran, lima pusat distribusi, serta mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan.
Nestle juga bermitra dengan tujuh perusahaan co-manufacturing dan menggandeng lebih dari 25.000 peternak sapi perah serta petani kopi lokal. Saat ini, sekitar 93 persen produk Nestle untuk pasar domestik diproduksi secara lokal, dengan sebagian diekspor ke Thailand, Timur Tengah, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Oseania. (***)





