Indonesia Siap Terbitkan Kangaroo Bonds, Sasar Investor Australia untuk Danai Proyek Prioritas
Pemerintah sasar investor australia lewat penerbitan kangaroo bonds

JakartaHits.id – Jakarta, 28 juli 2025, Pemerintah Indonesia mengumumkan rencana peluncuran obligasi berdenominasi dolar Australia (kangaroo bonds) pada bulan depan, sebagai bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan internasional dan upaya memperkuat hubungan keuangan dengan pasar Australia.
Penerbitan kangaroo bonds ini bertujuan untuk menarik minat investor institusional Australia, sekaligus mendukung pendanaan proyek-proyek strategis nasional, seperti infrastruktur hijau, konektivitas wilayah, serta pembangunan energi bersih.
“Ini langkah penting untuk memperluas basis investor sekaligus memperkuat kerja sama finansial lintas kawasan,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan RI dalam pernyataan tertulis.
Obligasi ini akan diterbitkan oleh pemerintah melalui instrumen global bond yang terdaftar di pasar keuangan Australia dan akan disesuaikan dengan standar regulasi setempat, termasuk Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk sebagian penerbitannya.
Meski peluang pasar terbuka luas, peringkat kredit Indonesia yang masih berada di level BBB (investment grade rendah) diperkirakan dapat membatasi partisipasi dari sejumlah dana pensiun dan lembaga keuangan besar yang memiliki batasan investasi berbasis risiko.
Namun pemerintah optimistis bahwa fund manager berbasis yield dan investor swasta akan tetap tertarik, mengingat stabilitas makroekonomi Indonesia dan prospek pertumbuhan jangka menengah yang solid.
“Dengan struktur imbal hasil yang menarik dan fundamental fiskal yang sehat, kangaroo bonds Indonesia diyakini dapat memperoleh respons positif,” tambah pejabat Kemenkeu.
Kementerian Keuangan menyatakan bahwa peluncuran ini akan menjadi bagian dari portofolio utang luar negeri yang terukur, tanpa membahayakan kesinambungan fiskal. Indonesia sebelumnya sukses menerbitkan global bonds dalam yen (samurai bonds), euro (euro bonds), dan sukuk internasional.
(Rahim Al Awal)





