Sektor Perdagangan Kerap Terganggu Dengan Aksi Premanisme, Wamendag : Pemerintah dan Kepolisian Harus Tegas

Wamendag inginkan kepolisian dan pemerintah ikut turut andil dalam memberantas aksi premanisme.

JakartaHits.id – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri meminta pemerintah daerah dan kepolisian untuk bertindak tegas terhadap aksi premanisme yang dapat mengganggu sektor perdagangan.

Ia menekankan pentingnya stabilitas ekonomi di kawasan industri dan pusat aktivitas niaga.

“Tentu mengenai ini saya harap pemerintah daerah itu juga turut andil,” kata Dyah saat ditemui di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (16/5).

Menurutnya, peran pemerintah daerah, baik di provinsi maupun kota dan kabupaten, dapat memastikan sektor ekonomi tidak terganggu oleh aksi premanisme.

“Daerah itu juga turut andil untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang terjadi di kawasan ataupun di provinsi maupun kabupaten itu berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Selain itu, warga yang bergerak di bidang perdagangan diminta untuk melapor ke kepolisian jika terjadi gangguan seperti premanisme.

“Kepolisian memang mempunyai tugas untuk mengamankan negara kita,” tambah Dyah.

Kemendag juga tidak akan tinggal diam jika ada peristiwa yang dapat mengganggu sektor perdagangan.

“Kita akan telusuri dulu kasusnya seperti apa untuk kita tidak lanjut,” ucapnya. Dyah juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang melakukan negosiasi mengenai tarif timbal balik Presiden Amerika, Donald Trump.

“Kalau berkenaan dengan tarif Trump kita tentu sedang wait and see ya,” kata Dyah.

Kemendag masih menunggu keputusan akhir dari negosiasi mengenai kebijakan tarif timbal balik tersebut.

“Kita harus menunggu keputusan akhir bagian negosiasinya seperti apa mengingat Presiden Trump sedang menerapkan maintenance ekspor. Kita optimalkan selama 60-an hari lagi,” ucapnya.

Saat ini, upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia adalah memperluas pasar ekspor dan mencari solusi bagi pelaku usaha.

“Kalau dengan UE kita saat ini sedang mendorong kerjasama yang namanya Indonesia Europe Ekspor. Justru kita sedang mencari potensi-potensi lainnya,” ujar Dyah.

(Asti Febriani)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button