Konser RadjaWali di Malaysia Ternoda, Ini Penjelasan Penyelenggara

JakartaHits.id – Pengehentian secara paksa Konser RadjaWali yang diselenggarakan di Idea Live Arena, Petaling Jaya, Malaysia dengan cara mematikan sound oleh pihak pengelola venue berbuntut panjang.

Penyenyelenggara  event Impian Al Fateh Sdn. Bhd. dan GIS Entertainment & Events serta Infinity Love Creative Ventures (ILCV Events) menyebut akan memperkarakan hal tersebut keranah hukum.

Kejadian yang cukup memalukan tersebut terjadi saat Band  Wali tampil melantuntak lagu k-10 setelah sebelumnya Band Radja telah lebih dulu tampil dengan 13 lagu.

Pihak penyelenggara mengaku merasa sangat dirugikan karena menjadi sasaran kemarahan para fans Band Wali karena dituduh sebagai penyebab  dihentikannya konser tersebut.

Menyusul insiden tersebut, panitia penyelenggara telah mengadakan diskusi dengan para pengacara dan sedang mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap manajemen tempat acara atas kelalaian dan pelanggaran perjanjian.

Perwakilan penyelenggara, Mubarak Akhtar, mengakui ada faktor-faktor  yang menyebabkan keterlambatan penyelnggaraan seperti berhenti sesaat untuk menghormati azan dan waktu salat Isya,

Namun demikian Akhtar menyebut factor penyebab sebenarnya adalah masalah pada system tiket yang menyebabkan antrian panjang untuk dapat masuk ke lokasi acara.

“Masalah akses internet yang sangat lemah di lokasi aula, menyulitkan penonton untuk menampilkan kode QR tiket mereka dan menyulitkan staf untuk memindainya, sehingga mengganggu dimulainya pertunjukan yang seharusnya berlangsung pada waktu yang dijadwalkan.

“Keterlambatan dimulainya pertunjukan disebabkan oleh tim penjualan tiket yang ditunjuk oleh Idea Live, bukan dari ARTIS,” katanya

Akhtar juga mengaku bahwa pihaknya telah meminta tambahan waktu agar Band Wali dapat menyelasesaikan lagu terakhir

“Kami telah mencoba bernegosiasi dengan Idea Live Arena dan perwakilan Dewan Kota Petaling Jaya (MBPJ) yang berada di lokasi untuk memberi kesempatan kepada Wali Band untuk membawakan lagu terakhir bagi para penggemar.” ujarnya

Menurut Akhtar para nasihat hukum menemukan bahwa tindakan manajemen tempat acara yang memutus aliran listrik tepat pukul 12.00 tengah malam adalah tindakan sepihak tanpa berkonsultasi atau mendapatkan persetujuan dari penyelenggara terlebih dahulu dan sangat disayangkan.

Atas kejadian tersebut pihak penyelenggara menyampaikan meminta maaf kepada para penonton atas semua ketidaknyamanan yang disebabkan dan berjanji untuk menuntut keadilan guna mengembalikan martabat dan hak-hak para penggemar.

Semnetara itu, Ian Kasela yang mewakili Band Radja mencoba menyampaikan denganjujur apa yang susungguhnya terjadi.

Ian menyampaikan bahwa Radja telah menandatangi kontrak dengan pihak organizer akan membawakan sebanyak minimal 12 lagu.

“Namun seperti biasa, kami coba untuk service menjadi 14 lagu, akan tetapi kenyataannya yang terlaksana hanya 13 lagu saja,” ujar Ian

Soal tuduhan keterlambatan yang ditujukan kepada pihaknya oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab Ian menjelaskan bahwa pihaknya selalu mengikuti arahan dari pihak penyelenggara. “Kami sealu berkoordinasi dengan organizer melalui team kami dillapangan, dan semua sudah sesuai,” ujar Ian

Lebih jauh ia bercerita bahwa saat teamnya tiba backstage masih sempat diminta untuk berfoto bersama beberapa tamu, “kami bahkan sempat juga melakukan potong tumpeng sebagai syarat doa harapan agar acara berjalan lancar, artinya saya hanya mau bilang jika memang waktu kami terbatas  pasti pihak organizer akan meminta kami langsung ke panggung untuk perform kan,” tutur Ian

Ian menegaskan bahwa apa yang terjadi di lapangan (pengehentian paksa konser) bukan akibat dari kelalaian pihak Radja,

“Menurut team crew kami, saat radja selesai perform itu pihak wali (crew) tidak langsung setup peralatan kalo memang mau menghemat waktu, entah kenapa…. karna umumnya jika dalam satu event itu yang tampil ada beberapa talent, harusnya prepare sehingga waktu lebih  efesien,” paparnya

Di luar kejadian tersebut Ian menilai bahwa para penonton sangat terhibur dan sangat puas dengan lagu-lagu yang disuguhkan Radja saat perform. Hal tersebut terbukti dari beberapa video yang beredar di platform sosial media

“Intinya, sebagai tamu undangan kami sangat menghormati tuan rumah yang punya hajat, dan kami pasti mengikuti arahan yamg ditentukan,” ucapnya

Namun demikian Ian mengaku prihatin dengan kejadian tersebut dan berusaha ikut menyelesaikan permasalahan yang terjadi dan sekali lagi Ian menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak ada kaitannya dengan penampilan dan kinerja Radja.

Ian juga berharap kejadian tersebut tidak terulag lagi dimasa mendatang, “Semoga kedepan segala persiapan dan komunikasi antar pihak bisa lebih baik lagi, kami mengucapkan terimakasih kepada pihak organizer yamg sudah percaya mengundang band radja  dan tidak lupa kami ucapkan juga terimakasih kepada semua peminat kami di Malaysia,” tutup Ian

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button