Cobalah untuk Mendengar dan Fokus Terhadap Anak

JakartaHits.id – Dalam sebuah keluarga yang terdiri beberapa orang, akan begitu banyak pendapat dan keinginan yang terlontarkan, terlebih dari anak-anak.

Mungkin banyak orangtua berpikir bahwa semuanya bisa didengar dan atasi, tapi pada kenyataannya tak selalu bisa mendengarkan dan mengerti apa yang balita Anda pikirkan karena pada dasarnya balitapun memiliki pendapatnya sendiri.

Para Orangtua pasti pernah mengalami saat balita begitu emosional, menjerit-jerit dan ‘ngambek’ tanpa sebab, sesungguhnya apa yang balita Anda lakukan saat itu adalah keinginannya untuk bisa dimengerti oleh, sementera banyak ayah atau ibu menanggapinya dengan emosional.

Cobalah untuk mendengar dan fokus terhadap anak, hal ini bisa membantunya untuk mengerti bahwa marah-marah tidak perlu dilakukan hanya untuk didengarkan oleh orang tuanya.

Fokus terhadap apa yang di ‘suarakan’ anak memang menjadi agak sulit untuk dilakukan jika kita sebagai orangtua menanggapinya secara emosional.

Hal ini sesungguhnya terkait dengan pengertian para orangtua terhadap cara berkomunikasi anak yang sangat terbatas dan komunikasi itulah yang akhirnya membuat orangtua terus merasa terganggu dan pada akhirnya menganggap cara berkomunikasi anak adalah sesuatu perbuatan nakal yang membuat orangtua marah.

sadarilah bahawa balita memiliki kemampuan yang terbatas terkait dengan caranya berkomunikasi, mungkin yang ia tahu, menangis, menjerit dan ngambek adalah cara terbaik saat ia ingin menyampaikan sesuatu. Jadi jangan berasumsi bahwa mereka melakukan hal itu karena mereka nakal, sesuatu pasti membuatnya terusik dan ingin mengkomunikasikan sesuatu.

Jadi mulailah fokus dan membiasakan mendengarkan ‘suara’ anak, jika hal itu dilakukan sejak dini maka orangtua akan memiliki hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak.

Dengan mendengarkan suara anak dan tidak menebak-nebak apa yang diinginkannya, secara langsung ataupun tidak, orangtua juga telah belajar untuk menghormati perasaan seseorang dalam hal ini perasaan anak.

Hal ini membantu orangtua untuk mencoba mendengarkan anak dan tidak berasumsi akan apa kemauan si anak. Dengan mendengarkan apa kemauan anak dengan sungguh-sungguh, berarti orangtua juga menghormati perasaan anak dan memberinya ruang untuk bereksplorasi tentang masalah, dan mungkin mencari solusi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button