Pemuda Desa Cinagara Kampung Cibeling Kelola Ekowisata Curug Bersama Taman Nasional

JakartaHits.co.id – Keterlibatan pemuda dalam menggerakkan roda ekonomi desa semakin nyata di Desa Cinagara. Sejak tahun 2024, Kelompok Pemuda Desa RT 05/RW 06 secara mandiri dan kolaboratif mengambil peran strategis dalam mengoperasikan kawasan ekowisata curug, mencakup sistem tiket masuk, fasilitas parkir, hingga pemeliharaan kebersihan lingkungan bersama Koperasi dan institusi Taman Nasional.

Penataan pariwisata lokal kini tidak lagi bertumpu pada pihak eksternal, melainkan secara aktif memberdayakan potensi masyarakat sekitar. Transformasi ini disampaikan langsung oleh Swardjaya, salah satu anggota kelompok pemuda RT 05/RW 06 Desa Cinagara, dalam sebuah sesi diskusi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibnu Chaldun. Menurut keterangan Swardjaya, fokus pergerakan pemuda saat ini telah bergeser ke bidang pariwisata, mencakup pengelolaan tiket, area parkir, hingga urusan kebersihan di kawasan curug.

Baca Juga: Mahasiswa KKN Universitas Ibnu Chaldun Mengungkap Realitas Petani Penggarap Lahan Titipan Di Cinagara

Untuk menjaga keberlangsungan tata kelola kawasan ekowisata, diterapkan sistem pembagian jadwal yang terstruktur antarlembaga. Swardjaya menjelaskan bahwa operasional harian digilir secara berkala, di mana pihak pemuda mendapatkan jadwal pengelolaan selama dua minggu berturut-turut. Setelah itu, pengelolaan diteruskan oleh pihak Koperasi selama satu minggu. Sinergi operasional ini juga berjalan di bawah koordinasi pihak Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP) sebagai instansi pemangku kawasan lindung tersebut.

“Anak-anak jadi bergeraknya di bidang wisata, mengikuti pengelolaan wisata tiket sama parkiran,” ungkap Swardjaya saat merinci bentuk nyata keterlibatan pemuda setempat. Keterlibatan di sektor ekowisata yang telah dimulai sejak 2024 ini menjadi langkah maju yang signifikan bagi organisasi kepemudaan setempat. Sebelum mengelola pariwisata, kegiatan rutin Karang Taruna lebih banyak berfokus pada perbantuan acara keagamaan, seperti peringatan Isra Mi’raj dan Maulid Nabi.

Baca Juga: Dari Hal Kecil Jadi Warga Negara Hebat: Mahasiswa Administrasi Publik UIC Edukasi Siswa SMP-SMK Alam Pangrango Terpadu

Meskipun program kolaborasi ini berjalan lancar, dinamika organisasi tetap menjadi tantangan tersendiri. Swardjaya mengakui bahwa hambatan terberat dalam menjalankan roda organisasi Kelompok Pemuda Desa adalah menyatukan berbagai pemikiran dan pendapat yang berbeda dari masing-masing anggota pemuda. Meski demikian, keaktifan para pemuda dalam kegiatan sosial, seperti kerja bakti membangun fasilitas masyarakat, terus menjadi modal utama dalam menjaga kekompakan. Melalui pengelolaan ekowisata curug, kemandirian pemuda Desa Cinagara diharapkan dapat terus berkembang sekaligus menjaga kelestarian alam di wilayahnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button