Gulkarmat DKI Libatkan Warga Lewat Program Edukasi “Damkar Menyapa”
Edukasi Pencegahan Kebakaran dan Apresiasi Relawan Jadi Fokus Kegiatan

JakartaHits.Id – Untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta terus menggelar kegiatan rutin bertajuk Damkar Menyapa.
Melalui program ini, petugas dari Suku Dinas Gulkarmat turun langsung ke pemukiman warga guna memberikan penyuluhan mengenai pentingnya instalasi listrik yang aman, penggunaan kompor gas secara tepat, serta potensi bahaya dari aktivitas seperti pembakaran sampah tanpa pengawasan, pemakaian obat nyamuk bakar, hingga penggunaan lilin.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyampaikan bahwa sejak Januari hingga awal Juli 2025 telah tercatat 850 kasus kebakaran akibat korsleting listrik, 122 insiden karena penggunaan gas, 37 akibat pembakaran sampah, 29 dari puntung rokok, satu karena lilin, dan 112 peristiwa lainnya dengan penyebab beragam.
Salah satu kegiatan Damkar Menyapa dilaksanakan di RW 07 Kelurahan Krendang, Tambora, Jakarta Barat pada Minggu (6/7), menyusul kegiatan serupa di wilayah Jakarta Utara sebelumnya. Dalam kegiatan tersebut, Bayu bersama tim berkeliling menggunakan sepeda motor untuk meninjau kesiapan petugas dan sarana pemadam di Pos Damkar Krendang, Pos Sektor Tambora, serta Pos Relawan Kebakaran (Redkar) di Kelurahan Krendang.
Selain itu, petugas juga menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan kebakaran dan menempelkan stiker informasi kewaspadaan kebakaran di rumah warga. Bayu menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya edukatif, tetapi juga merupakan bentuk dukungan dan penghargaan kepada para relawan yang telah berperan aktif. Sebagai simbol penghargaan, pin diberikan kepada para relawan, serta apresiasi terhadap Pos Relawan Damkar yang dibangun secara swadaya oleh warga.
Bayu turut menyinggung Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2025 mengenai Gerakan Masyarakat Punya APAR (Alat Pemadam Api Ringan). Ia mengingatkan pentingnya lima menit pertama saat kebakaran terjadi, yang bisa menentukan skala kerusakan. Untuk itu, ia menyerahkan APAR secara simbolis dan memberikan piagam penghargaan kepada warga yang telah secara mandiri melengkapi lingkungan mereka dengan alat pemadam.
Acara ini juga ditutup dengan sesi dialog langsung antara petugas damkar dan masyarakat untuk mendengar masukan dan aspirasi seputar layanan pemadam kebakaran.
“Program ini akan terus dilaksanakan setiap minggu di lima kota administrasi sebagai wujud nyata kehadiran Gulkarmat di tengah masyarakat,” pungkas Bayu.
(Hendra Jaya)





