Pemkot Jakarta Pusat Ajukan Revisi Anggaran Rp885,5 Miliar untuk Tahun 2025

Penyesuaian Anggaran Difokuskan untuk Dukungan Pelayanan Publik dan Proyek Fisik Prioritas

JakartaHits.Id – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mengajukan usulan perubahan anggaran dalam Rancangan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2025 dengan total pagu sebesar Rp885,5 miliar, atau naik sekitar Rp4,3 miliar dari anggaran awal yang ditetapkan dalam APBD sebesar Rp881,2 miliar.

Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menjelaskan bahwa hingga saat ini serapan anggaran telah mencapai 44,45 persen atau sekitar Rp391,7 miliar.

“Usulan perubahan ini mencakup kebutuhan di tingkat Sekretariat Kota, delapan kecamatan, dan 44 kelurahan,” ujar Arifin pada Senin (7/7).

Di level Sekretariat Kota, alokasi anggaran mengalami peningkatan dari Rp371 miliar menjadi Rp373 miliar. Kenaikan tersebut dialokasikan untuk pengadaan perlengkapan dan furnitur rumah dinas wali kota. Namun, terdapat penyesuaian berupa pengurangan pembayaran gaji PJLP karena semula dianggarkan untuk satu tahun penuh.

Sementara di tingkat kecamatan, anggaran mengalami penurunan dari Rp18,1 miliar menjadi Rp17,8 miliar. Hal ini disebabkan adanya pemangkasan honor Ketua PKK di beberapa kecamatan serta penyesuaian tunjangan kinerja dan gaji PJLP seiring adanya pegawai yang mengundurkan diri.

Untuk kelurahan, total anggaran turun dari Rp495 miliar menjadi Rp494 miliar. Penurunan ini juga disebabkan penghapusan honor Ketua PKK yang statusnya merupakan PNS aktif sehingga tidak diperbolehkan menerima honor tambahan.

Arifin juga memaparkan perkembangan sejumlah proyek fisik prioritas, salah satunya adalah rehabilitasi menyeluruh Kantor Lurah Tanah Tinggi dan Senen. Saat ini, proses lelang konstruksi dan pengawasan tengah berlangsung, dan pelaksanaan fisik ditargetkan dimulai pada Juli 2025 dan selesai pada Desember 2025.

Selain itu, pemeliharaan Kantor Wali Kota Jakarta Pusat akan dilakukan mulai Agustus hingga November 2025. Sedangkan rencana rehabilitasi Kantor Camat Sawah Besar dan Kantor Lurah Cikini masih dalam tahap perencanaan dan pemilihan kontraktor.

“Seluruh program dan rencana ini difokuskan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membenahi infrastruktur di wilayah Jakarta Pusat,” tutupnya.

(Hendra Jaya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button