Membangun Konten yang Berdampak Berawal dari Ide yang Kreatif

JakartaHits.id, Jakarta,6 Juli 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan media digital, kemampuan menghasilkan konten yang kreatif dan berdampak menjadi salah satu keterampilan yang semakin dibutuhkan, khususnya bagi generasi muda. Konten tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media untuk berbagi informasi, mengedukasi, serta menginspirasi masyarakat.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Semester 8, Muhammad Fatsal BL, menilai bahwa membangun ide merupakan langkah awal yang menentukan kualitas sebuah konten. Menurutnya, sebuah konten dapat dikatakan berdampak apabila mampu memberikan manfaat bagi audiens, baik melalui informasi, edukasi, inspirasi, maupun pesan positif yang disampaikan.
“Konten yang baik bukan hanya menarik perhatian, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi audiens. Melalui konten, kita bisa menambah wawasan, menginspirasi orang lain, bahkan mendorong perubahan pola pikir dan perilaku ke arah yang lebih positif. Karena itu, setiap kreator sebaiknya tidak hanya mengejar viral, tetapi juga memikirkan nilai yang ingin disampaikan kepada masyarakat,” ujar Muhammad Fatsal BL.
Ia menjelaskan bahwa inspirasi dalam membuat konten dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti media sosial, pengalaman pribadi, isu-isu yang sedang berkembang, hingga berbagai permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Beragam sumber tersebut dapat diolah menjadi ide yang relevan dengan kebutuhan dan minat audiens.
Namun demikian, ia mengakui bahwa menemukan ide yang tepat menjadi salah satu tantangan terbesar dalam proses pembuatan konten. Menurutnya, seorang kreator dituntut mampu menghadirkan gagasan yang kreatif, unik, dan tidak membosankan di tengah banyaknya konten serupa yang beredar di berbagai platform digital.
Lebih lanjut, Muhammad Fatsal BL menekankan bahwa konten yang berkualitas harus bersifat informatif, mudah dipahami, relevan dengan kehidupan audiens, serta mampu memberikan inspirasi maupun solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menanggapi perkembangan tren media sosial yang terus berubah, ia juga menilai bahwa orisinalitas tetap menjadi nilai utama dalam proses berkarya. Mengikuti tren dinilai bukan merupakan hal yang keliru, selama tetap disesuaikan dengan tujuan komunikasi dan nilai-nilai positif yang ingin disampaikan kepada audiens.
“Orisinalitas adalah identitas seorang kreator. Mengikuti tren tentu boleh, tetapi jangan sampai kehilangan ciri khas. Konten yang memiliki karakter dan memberikan manfaat akan lebih mudah diingat serta membangun kepercayaan audiens,” katanya.
Melalui pandangan tersebut, Muhammad Fatsal BL berharap generasi muda semakin terdorong untuk menghasilkan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki nilai edukatif, informatif, dan inspiratif. Dengan mengedepankan kreativitas, orisinalitas, serta tanggung jawab dalam berkarya, konten digital diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di era transformasi digital.





