Dukungan Pemberdayaan Perempuan Oleh Kemenparekraf di Sektor Parekraf Bali
JakartaHits.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) gerakan pentingnya pemberdayaan Perempuan agar dapat menikmati hasil Pembangunan parekraf secara berimbang.
Kegiatan bertajuk “Srikandi Kuliner di Era Modern” di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali secara virtual.
“Perayaan hari ibu menjadi momen tepat untuk menyoroti peran dan pencapaian Perempuan serta mendorong kesetaraan gender di berbagai bidang” ujar Sekretaris Kemenparekraf/Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani.
Pada acara itu hadir berbagai tokoh dalam bidang pariwisata, akademisi, dan pembicara dari latar belakang yang menggambarkan peran ibu dalam kehidupan keluarga serta industri kuliner di Bali. Membahas tentang sudut pandang peran ibu dalam kehidupan keluarga serta kontribusinya pada industry kuliner Bali.
Baca juga: Melestarikan Tradisi dan Budaya Sedekah Bumi di Era Modern
“Ini menggambarkan dengan jelas betapa pentingnya peran ibu dalam keluarga, khususnya dalam konteks pengasuhan anak, pendidikan, Kesehatan, dan kebutuhan gizi keluarga,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani.
Giri menjelaskan pengarustamaan gender merupakan proses sistematis untuk memastikan bahwa kebijakan, perencanaan, dan implementasi program memperhatikan kebutuhan dan potensi laki-laki maupun Perempuan.
“komunitas dan media juga memegang peran penting dalam mengubah persepsi dan norma sosial yang berkaitan dengan peran gender. Kampanye kesadaran dan inisiatif Pendidikan dapat membantu mengubah sikap dan mendorong penerimaan yang lebih luas terhadap kesetaraan gender,” ungkap Giri.
Baca juga: RA Kartini, Jadikan Wanita Saat ini Bebas dan Dihargai
“saat ini bisnis pada sektor industry restoran dan rumah makan sedang berkembang seiring dengan memulihnya kondisi ekonomi, untuk itu semua pihak termasuk Perempuan harus bisa mengambil peluang tersebut,” ujar Ni Wayan Giri Adnyani.
Sektor kuliner merupakan subsektor penyumbang terbesar dari produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif. Subsektor kuliner menyumbang Rp 455,44 Triliun atau sekitar 41 persen dari total PDB ekonomi kreatif sebesar Rp 1.134 Triliun pada 2020. (***)





