Taylor Swift Membeli Kembali Hak Cipta Enam Album Pertamanya
Setelah Perjuangan Panjang, Taylor Swift Akhirnya Menguasai Kembali Karya-Karyanya

JakartaHIts.id – Setelah perselisihan penjang sejak 2019, Taylor Swift sukses merebut kembali hak cipta atas enam album pertamanya.
Melalui situs resminya, ia menyatakan pencapaian ini sebagai impian yang akhirnya terwujud setelah sekian lama terasa mustahil.
Konflik bermula ketika Scooter Braun, Manajer Kanye West yang juga berseteru panjang dengan Swift membeli Big Machine, label yang memegang hak cipta album Taylor Swift.
Penyanyi Blank Space sangat menentang keras transaksi tersebut, ia menyebutnya sebagai tindakan agresif yang merampas kendalinya atas karyanya sendiri.
Sebagai bentuk protes, Taylor Swift mulai merekam ulang album-albumnya sejak 2021 dalam versi “Taylor’s Version”, lengkap dengan lagu-lagu bonus dari “Vault”.
Ada empat album yang direkam ulang; Fearless (Taylor’s Version) dan Red (Taylor’s Version) pada 2021. Adapun rekaman ulang 1989 (Taylor’s Version), dirilis pada Oktober 2023 hanya empat bulan setelah peluncuran Speak Now (Taylor’s Version)”.
Keempatnya mendapat pencapaian komersial dan debut di peringkat satu Billboard 200. Pada 2021 ia telah menawarkan untuk menjual kembali katalog tersebut, tetapi timnya menolak.
Sementara dua lainnya “Taylor Swift” dan “Reputation”, kemungkinan akan segera menyusul dan penggemar telah mendesak Taylor Swift untuk merekam ulang. (Dahlia)



