17 orang Jadi Korban Kerusuhan antara suporter dengan aparat keamanan
Jakartahits.id – Sepakbola Indonesia kembali memakan korban yang berjatuhan. Kerusuhan kali ini melibatkan supporter Gresik United dengan Polisi setelah gresik united takluk dengan tamunya Deltras Siduarjo di Stadion Gelora Joko Samudro. Minggu (19/11).
Insiden kerusuhan, dipicu oleh suporter Gresik United yang ingin melakukan demo di depan pintu VVIP stadion. Suporter Gresik United meluapkan kekecewaannya, kepada manajemen tim kesayangannya karena hasil minor yang didapatkan tim gresik united akhir akhir ini.
Saking kecewanya atas kekalahan tim kesayangan, situasi pun semakin memanas. Oknum suporter melakukan lemparan batu ke arah aparat kepolisian yang berjaga. Dan polisi pun membalasnya dengan gas air mata.
Akibat dari situasi itupun mengakibatkan Sejumlah Polisi dan Suporter menjadi korban luka – luka dan sesak napas. Sebanyak sepuluh anggota Polisi dan tujuh supporter dilarikan kerumah sakit terdekat.
Sejumlah korban yang dirawat di Faskes terdekat yaitu RSUD Ibnu Sina sebanyak 4 Supporter, RS Semen Gresik (4 Anggota Polisi dan 7 Supporter), RS Petrokimia Gresik (7 Anggota Polisi), PKM Gending (3 Supporter), PKM Alun – alun ( 2 Supporter), PKM Cerme (3 Supporter) dan PKM Manyar (1 Supporter).
“ Untuk korban dari kepolisian ada 10 anggota. Untuk masyarakat yang kami data ada 7 “ kata adhitya.
Humas RS Semen Gresik, dr Tholib Bahasuan membenarkan ada beberapa pasien korban kericuhan yang dirawat di RS tersebut. Tujuh dari pasien suporter yang terkena gas air mata mengalami mual dan sesak napas.
Tujuh orang ini tidak ada luka serius. Semuanya sudah kembali kerumah masing – masing dan kami akan membantu dari tenaga dokter Biddokes Polda Jatim untuk melakukan home visit “ ungkapnya.
Sedangkan sepuluh anggota polisi mengalami luka robek dan lecet di area kepala. Lima diantaranya harus dirawat karena mengalami luka serius.
“ Lukanya sebagian besar di bagian kepala dan saat ini butuh observasi lebih lanjut “ pungkasnya.
Perlu diketahui, kericuhan tersebut berjalan kurang lebih selama satu jam. Setelah ketegangan mulai reda, suporter yang ketakutan dalam stadion diperbolehkan kembali puluang. Sementara itu, pemain kedua tim baru berani keluar setelah pukul 19.00 WIB. (MRS)*



