HSBC dan YCAB Perkuat Pemberdayaan Usaha Mikro Perempuan Lewat Program KITA BERDAYA
Lebih dari 1.000 Perempuan Pelaku Usaha Mikro Tingkatkan Literasi Keuangan dan Keterampilan Bisnis
JakartaHits.id — PT Bank HSBC Indonesia bersama YCAB Foundation memperkuat kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan pelaku usaha mikro melalui program KITA BERDAYA. Inisiatif ini ditunjukkan dalam kegiatan peringatan Women’s Entrepreneurship Day, Selasa (19/11/2025), yang menampilkan perkembangan dan dampak awal program.
Program KITA BERDAYA dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan, manajemen usaha, serta keterampilan pengembangan bisnis bagi pelaku usaha mikro perempuan. Selain pelatihan, peserta juga memperoleh pendampingan berkelanjutan, peningkatan kapasitas, dan akses pembiayaan usaha mikro guna memperluas pasar serta memperkuat keberlanjutan usaha.
Pelaku usaha perempuan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Lebih dari 64 persen UMKM di Indonesia dimiliki oleh perempuan dan berkontribusi 61,9 persen terhadap PDB serta menyerap 97 persen tenaga kerja. “Pemberdayaan perempuan adalah kunci pertumbuhan komunitas dan perekonomian,” ujar President Director HSBC Indonesia, Stuart Rogers. Ia menyatakan program tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat.
Program yang berlangsung pada 2025–2027 ini menargetkan mendukung 1.900 usaha mikro dan kecil yang dipimpin perempuan. Hingga November 2025, program telah menjangkau lebih dari 1.000 peserta melalui pelatihan dan akses pembiayaan. Dampak awal menunjukkan 88 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan bisnis, sementara 91 persen lebih memahami praktik usaha berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Founder dan CEO YCAB Foundation, Veronica Colondam, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan literasi keuangan akan menciptakan perubahan yang berkelanjutan. “Kami melihat perkembangan yang menggembirakan. Usaha yang semakin kuat akan berkontribusi pada ketahanan keluarga dan ekonomi bangsa,” ujarnya.
Kementerian Koperasi dan UMKM turut menyambut baik kolaborasi ini. Deputi Bidang Usaha Mikro, Riza Adha Damanik, menuturkan bahwa program tersebut sejalan dengan upaya memperluas akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga November 2025, penyaluran KUR mencapai Rp 241,28 triliun kepada lebih dari 4 juta UMKM, dengan 51,35 persen penerimanya adalah perempuan.
Melalui kombinasi pelatihan, pendampingan, dan akses pembiayaan, program KITA BERDAYA diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha perempuan yang lebih tangguh, mandiri, serta mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.



