Transjakarta Ajak Pimpinan Operator dan Mitra Rasakan Layanan Langsung
Perjalanan Bersama Perkuat Komitmen Layanan dan Evaluasi Transportasi Publik

JakartaHits.Id – Dalam upaya mempererat sinergi dan meningkatkan kualitas layanan, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari operator, vendor, hingga mitra bisnis untuk merasakan langsung pengalaman menggunakan armada Transjakarta.
Inisiatif ini sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2025 tentang kewajiban penggunaan transportasi publik bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta setiap hari Rabu.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa Transjakarta segera menindaklanjuti instruksi tersebut dengan menerbitkan SK Direksi bagi seluruh karyawannya, serta mengajak para mitra operator untuk bersama-sama turun ke lapangan.
“Ini menjadi momen yang mempertemukan semua elemen dalam ekosistem Transjakarta sebagai satu kesatuan. Kami berada di kapal induk yang sama, yaitu Transjakarta,” ujarnya, Kamis (10/7).
Menurut Welfizon, kegiatan ini bukan sekadar simbolis, namun merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat komunikasi, dan membangun komitmen bersama demi menghadirkan transportasi publik yang sesuai harapan masyarakat.
Dengan mengalami langsung perjalanan sebagai penumpang, para pimpinan dapat mengidentifikasi celah atau kekurangan layanan secara objektif, yang kemudian dijadikan bahan perbaikan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa persepsi pelanggan adalah ukuran utama layanan. Harapan dan kebutuhan pengguna harus bisa dipenuhi oleh sistem yang disiapkan oleh tim di belakang layar.
“Tantangan terbesar kita adalah menjembatani kesenjangan antara harapan pelanggan dan kenyataan di lapangan. Maka dari itu, evaluasi semacam ini perlu menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali,” tegasnya.
Wakil Ketua Operator Komilet Jaya, Berman Limbong, memberikan apresiasi atas kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberi kesempatan bagi operator untuk melihat langsung bagaimana pelayanan, termasuk interaksi sopir dengan penumpang dan penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) di lapangan.
“Dengan ikut dalam perjalanan, kami bisa langsung menyaksikan dan menilai aspek-aspek yang perlu ditingkatkan. Ini sangat positif dan kami berharap kegiatan ini terus berlanjut,” katanya.
Rangkaian kegiatan dimulai dari titik kumpul yang telah ditentukan, kemudian para peserta menggunakan layanan Transjakarta menuju kantor pusat di Cawang, Jakarta Timur. Sebanyak 32 instansi mitra operator dan bisnis turut ambil bagian dalam kegiatan ini bersama manajemen Transjakarta.
(Hendra Jaya)





