Seminar Internasional UIC Tegaskan Etika dan Integritas sebagai Pondasi Utama Keberlanjutan Bisnis Global
JakartaHits.id— Para akademisi lintas negara menyerukan pentingnya etika dan integritas sebagai fondasi keberlanjutan ekonomi global dalam Seminar Internasional “Business Ethics and the Challenge of Globalization in the Perspective of Education and Culture” yang digelar Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Selasa (11/11).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial, Ekonomi, dan Bisnis (FSEB) UIC ini menghadirkan sejumlah tokoh akademik, di antaranya Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Moskow Prof. Khoirul Rosyadi, Guru Besar Ekonomi Internasional dari Universitas Koperasi Moskow Prof. Sudaryanto, serta pakar etika bisnis UIC Assoc. Prof. Dr. Pandoyo.
Dalam paparannya, Prof. Khoirul Rosyadi menekankan bahwa kekuatan ekonomi global di masa depan tidak hanya bergantung pada teknologi dan modal, tetapi juga pada kualitas moral dan integritas budaya suatu bangsa. “Pemimpin masa depan adalah mereka yang mampu menggabungkan kecerdasan dengan hati nurani,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Sudaryanto menyoroti pentingnya nilai kemanusiaan, keadilan, dan keserbagunaan sebagai dasar etika universal dalam bisnis modern. Ia mengingatkan agar logika efisiensi ekonomi tidak mengikis nilai-nilai kemanusiaan di era digital.
Pakar etika bisnis UIC, Dr. Pandoyo, menegaskan bahwa prinsip Good Corporate Governance (GCG) — transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan — harus menjadi pilar utama dunia usaha. “Integritas bukan sekadar slogan, melainkan sistem nilai yang menjiwai setiap keputusan bisnis,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya etika digital di tengah kemajuan kecerdasan buatan (AI). Penyalahgunaan data dan bias algoritma, katanya, menjadi tantangan serius bagi keadilan sosial. “Teknologi harus tetap manusiawi,” ujarnya.
Rektor UIC, Dr. Rahmah Marsinah, SH, MH, dalam sambutannya menegaskan bahwa etika bisnis adalah fondasi bagi keberlanjutan ekonomi dan harmoni sosial. “Melalui kolaborasi lintas budaya, kita memperkuat nilai universal: kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial,” katanya.
Senada, Dekan FSEB UIC Drs. Dahri Zaenal, M.Si, menambahkan bahwa etika dan integritas merupakan mata uang utama dalam dunia bisnis modern. “Tanpa integritas, kepercayaan publik runtuh. Padahal kepercayaan adalah dasar keberhasilan bisnis,” ujarnya.
Menurut analisis Bloomberg Economics, tren etika korporasi kini menjadi perhatian global seiring meningkatnya tuntutan terhadap transparansi dan tanggung jawab sosial. Gelombang baru “moral capitalism” menunjukkan bahwa etika bukan lagi beban, melainkan keunggulan kompetitif.
Melalui inisiatif akademik seperti seminar ini, Indonesia dinilai tengah menunjukkan arah yang jelas untuk membangun ekosistem bisnis beretika — menyeimbangkan antara kepentingan komersial, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan lingkungan.





