Acer Edu Tech 2026 Dorong Sekolah di Jawa Timur Siap Hadapi Era Coding dan AI
Acer Edu Tech 2026 menjadi wadah kolaborasi dunia pendidikan untuk memperkuat kesiapan sekolah, guru, dan siswa dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.

JakartaHits.id – Perkembangan teknologi digital membuat kemampuan coding dan kecerdasan artifisial (AI) tidak lagi menjadi sekadar keterampilan tambahan, melainkan bagian penting dari kompetensi masa depan. Melihat kebutuhan tersebut, Acer Indonesia menghadirkan Acer Edu Tech 2026 di Surabaya dengan tema “Coding dan AI Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan.”
Forum edukasi tahunan tersebut menjadi wadah kolaborasi bagi praktisi pendidikan, akademisi, serta pemangku kepentingan di Jawa Timur untuk memperkuat kesiapan sekolah, pendidik, dan siswa dalam menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat.
Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Peserta terdiri atas kepala sekolah, guru, pengelola institusi pendidikan, akademisi, hingga perwakilan pemerintah dan pihak terkait di bidang pendidikan.
Melalui kegiatan tersebut, Acer mendorong diskusi mengenai tantangan penerapan teknologi di lingkungan pendidikan, kebutuhan kompetensi digital, serta strategi pemanfaatan coding dan AI agar dapat mendukung proses pembelajaran.
Products & Solutions Director Acer Indonesia, Riko Gunawan, mengatakan transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas. Menurutnya, hal terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu membangun pola pikir, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah bagi peserta didik.
“Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut dapat digunakan untuk membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah,” ujar Riko.
Ia menjelaskan bahwa kemampuan coding dan AI menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi mendatang. Tidak hanya sebagai pengguna teknologi, siswa juga perlu dibekali kemampuan untuk menciptakan solusi melalui teknologi.
“Keterampilan coding dan AI menjadi bagian penting dari proses ini karena dapat membantu mempersiapkan pendidik dan siswa bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta solusi,” katanya.
Riko menambahkan, melalui Acer Edu Tech 2026, pihaknya ingin memperkuat kerja sama antara industri, akademisi, pemerintah, dan komunitas pendidikan untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.
“Kami ingin mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara industri, akademisi, pemerintah, dan komunitas pendidikan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tutur Riko.
Dalam kegiatan tersebut, Acer menghadirkan sejumlah pembicara dengan latar belakang akademik dan pendidikan. Prof. Anita Lie, M.A., Ed.D., Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Widya Mandala Surabaya, memberikan pandangan mengenai transformasi pendidikan melalui penerapan coding dan AI.
Selain itu, Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd., Guru Besar Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Surabaya, membahas pentingnya pembelajaran berbasis AI dan coding dalam menghadapi perkembangan pendidikan modern.
Pembahasan dalam forum tersebut tidak hanya berfokus pada perkembangan teknologi, tetapi juga membahas kesiapan sekolah, peningkatan kompetensi pendidik, serta pendekatan pembelajaran agar teknologi dapat memberikan manfaat nyata di dalam kelas.
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai cara mengidentifikasi kebutuhan sekolah, memilih teknologi yang tepat, hingga merancang pembelajaran berbasis coding dan AI secara lebih terarah.
Prof. Anita Lie menilai sekolah masa depan tidak hanya bergantung pada kemampuan mengadopsi teknologi, tetapi juga pada kemampuan sekolah untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan.
“Sekolah masa depan adalah sekolah yang mampu terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan tujuan utama pendidikan,” ujar Anita.
Ia menegaskan bahwa teknologi seperti coding dan AI harus digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membentuk karakter siswa.
“Teknologi, termasuk coding dan AI, perlu digunakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membentuk karakter siswa,” katanya.
Menurut Anita, transformasi pendidikan membutuhkan visi sekolah yang jelas, pendidik yang terus berkembang, serta dukungan ekosistem pendidikan agar setiap siswa dapat mencapai potensinya.
Melalui program Acer Edu Tech dan berbagai inisiatif Acer for Education, Acer Indonesia terus mendukung transformasi pendidikan nasional. Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan solusi teknologi, pengembangan kapasitas pendidik, serta kerja sama dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas pendidikan.
Acer Edu Tech merupakan bagian dari program Acer for Education yang berfokus pada kontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Informasi mengenai dukungan Acer terhadap transformasi pendidikan dapat diakses melalui situs resmi Acer Indonesia. [Zayanul]





