Prodi Ilmu Komunikasi UIC Hadirkan Sistem Hybrid untuk Mahasiswa Karyawan
Sistem perkuliahan hybrid di Prodi Ilmu Komunikasi UIC memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa karyawan untuk tetap bekerja sambil melanjutkan pendidilan tinggi.

JakartaHits.id — Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta menghadirkan sistem pembelajaran secara hybrid untuk para karyawan atau pekerja. Sistem tersebut dirancang untuk membantu mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UIC, Riska Ramdani, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa sistem pembelajaran hybrid adalah metode pengajaran yang menggabungkan kelas daring dan tatap muka. Sistem ini ditujukan khusus untuk mahasiswa sebagai bentuk penyesuaian terhadap keterbatasan waktu dan mobilitas mahasiswa yang bekerja.
Baca Juga: FISEB UIC Dorong Generasi Muda Menjadi Pemimpin, Profesional, dan Wirausahawan Masa Depan
“Sistem perkuliahan hybrid itu sistem yang menggabungkan perkuliahan secara online dan offline karena kita paham keterbatasan mobilitas dari mahasiswa yang sambil bekerja,” ujarnya.
Riska menjelaskan bahwa sistem pembelajaran hybrid memang diprioritaskan bagi mahasiswa karyawan, tetapi mahasiswa reguler juga diberikan kesempatan untuk mengikutinya. Meski demikian, penerapan skema tersebut akan difokuskan pada mata kuliah yang bersifat teori agar proses pembelajaran tetap berjalan secara efektif.
Dalam pelaksanaannya, perkuliahan tatap muka /offline dilakukan di ruang kelas yang sudah disediakan oleh kampus. Sementara itu, pembelajaran kelas daring menggunakan berbagai platform digital seperti Zoom, Google Meet, serta aplikasi-aplikasi pendukung lainnya.
Lebih lanjut, Riska menyatakan bahwa jadwal perkuliahan telah disesuaikan sedemikian rupa agar tidak mengganggu waktu bekerja mahasiswa karyawan. Kelas biasanya dijadwalkan di luar jam kerja seperti malam hari atau pada hari Sabtu agar mahasiswa dapat menyeimbangkan pekerjaan dan pendidikan.
Penerapan sistem hybrid juga didasarkan pada kondisi sebagian calon mahasiswa yang harus bekerja untuk membiayai pendidikan karena tidak memperoleh bantuan dari pemerintah. Selain itu, skema ini juga bermanfaat bagi karyawan yang ingin meningkatkan kompetensi dan jenjang karier mereka melalui pendidikan tinggi.
“Kami menyadari bahwa mereka-mereka ini ingin tetap berkuliah tapi punya keterbatasan waktu dan mobilitasnya, oleh karena itu, UIC khususnya prodi Ilmu Komunikasi hadir untuk menjadi solusi bagi mereka yang ingin mengejar cita-cita sekaligus karier secara beriringan.” Ujar Riska.
Riska menjelaskan bahwa mekanisme pembelajaran hybrid akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata kuliah. Menurutnya, dosen pengampu memiliki kewenangan menentukan metode pembelajaran berdasarkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), sehingga tidak seluruh mata kuliah dapat diselenggarakan sepenuhnya dengan sistem hybrid.
Riska mengungkapkan terdapat beberapa tantangan dan kekurangan yang bersifat teknis dengan sistem ini, tetapi sejauh ini pembelajaran tetap berjalan dengan baik. Kendati demikian, fakultas dan kampus akan bersinergi untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan skema ini demi memastikan lingkungan belajar yang optimal.
Melalui penerapan sistem pembelajaran yang lebih fleksibel ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UIC berharap dapat memperluas akses masyarakat untuk menempuh pendidikan tinggi. Skema tersebut diharapkan menjadi solusi bagi para karyawan agar tetap dapat meningkatkan kompetensi dan meraih gelar akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.
Ingin tetap bekerja sambil kuliah? Prodi Ilmu Komunikasi UIC siap menjadi pilihan yang tepat.
Ayo daftar sekarang!
Informasi pendaftaran 0811977868





One Comment