Menkeu Purbaya: Pancasila Harus Hadir di Setiap Rupiah Uang Negara

Jakartahits.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak seluruh pegawai Kementerian Keuangan untuk menjadikan Pancasila sebagai bintang penuntun dalam menjaga integritas dan mengawal uang negara. Pesan ini disampaikan Menkeu sebagai komitmen nyata dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di lingkungan Kemenkeu, Senin (1/6).

​Dalam amanatnya, Menkeu menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga harus menjadi pedoman bagi setiap aparatur negara dalam bekerja dan melayani masyarakat.

​“Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara, sumber moral pemerintahan, dan penuntun pengabdian aparatur negara,” ujar Menkeu.

​Baca Juga : Kebakaran Hebat di Kemayoran Hanguskan 250 Bangunan, Ratusan Warga Mengungsi

Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini mengingatkan bahwa Pancasila menawarkan nilai-nilai luhur seperti persatuan, kemanusiaan, musyawarah, keadilan, dan perdamaian yang tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian geopolitik, tekanan ekonomi, hingga disrupsi teknologi. Dalam situasi tersebut, Pancasila menjadi jangkar moral agar pembangunan bangsa tetap berpihak kepada rakyat.

​Bagi Kementerian Keuangan sendiri, implementasi nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam setiap kebijakan fiskal. Menkeu menegaskan bahwa APBN bukan sekadar instrumen ekonomi, melainkan amanat rakyat yang harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan kredibilitas.

​“Bagi Kementerian Keuangan, Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan fiskal, pelayanan, pengawasan, dan setiap rupiah uang negara yang kita kelola. APBN adalah amanat rakyat,” kata Menkeu.

​Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kembali pada amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Ekonomi Pancasila. Sistem ini menempatkan negara, dunia usaha, koperasi, dan rakyat dalam satu ikhtiar bersama demi mencapai kemakmuran, dengan memastikan yang kuat membantu yang lemah. Selain itu, arahan Presiden mengenai birokrasi yang bersih, cepat, dan melayani menjadi panggilan bagi Kemenkeu untuk terus memperkuat reformasi tata kelola dan menjaga integritas.

​Menkeu mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan kehormatan tertinggi yang harus dijaga.

​“Setiap pegawai Kementerian Keuangan adalah penjaga wajah negara. Ketika kita melayani dengan baik, negara hadir dengan martabat. Ketika kita menolak penyimpangan, negara hadir dengan integritas. Ketika kita mengawal APBN dengan cermat, negara hadir dengan tanggung jawab,” tegasnya.

​Menutup amanatnya, Menkeu menyerukan tiga komitmen utama yang harus terus dijaga oleh seluruh pegawai, yakni menjaga integritas, memperkuat pelayanan, dan merawat persatuan. “Hilangkan ego sektoral. Perkuat gotong royong. Jadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam setiap keputusan dan tindakan,” pungkas Menkeu.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button