Hati-Hati, Ini Perbedaan Asam Urat Dan Rematik
Asam urat dan Rematik biasanya disamakan, padahal keduanya memiliki perbedaan
JakartaHits.id – Tak jarang banyak yang menyamakan rematik dan asam urat sebab memiliki kesamaan, yakni sama-sama menyebabkan nyeri pada sendi.
Padaha, jika diperhatikan, keduanya merupakan gangguan kesehatan yang berbeda, baik dari penyebab, gejala serta bentuk penanganannya.
Anda harus memahami perbedaan dari keduanya agar bisa mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Lantas, apa perbedaan rematik dan asam urat? Berikut ini penjelasan selengkapnya.
Apa itu Rematik?
Rheumatoid Arthritis atau yang biasa disebut rematik, adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi. Hal ini terjadi ketika sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri, khususnya di sekitar sendi.
Bagaimana Gejalanya?
– Nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi, terutama di pagi hari.
– Peradangan terjadi pada sendi simetris, seperti kedua pergelangan tangan atau lutut.
– Gejala lain seperti kelelahan, demam ringan, dan kehilangan nafsu makan.
Jika tidak ditangani, rematik dapat merusak sendi secara permanen.
Apa Penyebabnya?
Rematik biasanya disebabkan karena adanya gangguan pada sistem imun. Hal yang dapat memicunya adalah faktor genetik, infeksi, atau paparan lingkungan tertentu.
Berbeda dengan Rematik, berikut penjelasan terkait gejala Asam Urat.
Apa itu Asam Urat?
Asam urat merupakan gangguan metabolisme yang terjadi akibat kadar asam urat yang tinggi (Uric acid) dalam darah. Jika asam urat ini menumpuk, maka akan membentuk kristal yang menumpuk pada sendi, akibatnya dapat menyebabkan radang dan nyeri.
Gejalanya?
– Nyeri sendi mendadak, terutama pada malam hari.
– Bengkak dan kemerahan di sekitar sendi, biasanya menyerang jempol kaki.
– Rasa panas atau terbakar pada sendi yang terkena.
– Serangan biasanya berlangsung beberapa hari hingga minggu.
Apa Penyebabnya?
Sering mengonsumsi makanan tinggi purin seperti daging merah, seafood, alkohol serta kondisi medis tertentu seperti obesitas serta gangguan ginjal dapat menyebabkan asam urat.
Kapan harus ke Dokter?
Dilansir dari GridHEALTH.id, jika Anda mengalami nyeri sendi yang berulang, bengkak, atau disertai demam, maka disarankan untuk segera konsultasi ke dokter.
Untuk membedakan antara rematik dan asam urat, biasanya dilakukan pemeriksaan darah serta cairan sendi.
Dari sini, sudah jelas bahwa rematik dan asam urat merupakan dua kondisi yang berbeda, dilihat dari gejala dan penyebabnya yang khas. Oleh karena itu, dibutuhkan diagnosis yang akurat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dengan memahami perbedaannya, Anda bisa lebih proaktif untuk menjaga kesehatan sendi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
(Penulis : Asti Febriani)





