Iran Luncurkan Serangan ke Israel, Ini Deretan Rudal Canggih yang Dikerahkan
JakartaHits.id-Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meledak setelah Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran terhadap sejumlah target di wilayah Israel pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Serangan ini dipicu oleh serangan udara Israel terhadap posisi militer Iran di Suriah yang menewaskan beberapa personel Garda Revolusi Iran.
Dalam aksi balasan tersebut, Iran menembakkan ratusan rudal balistik dan menurunkan drone kamikaze ke berbagai wilayah strategis Israel, termasuk Tel Aviv dan wilayah selatan. Militer Israel menyatakan bahwa sebagian besar proyektil berhasil dicegat sistem pertahanan seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow 3. Namun, sejumlah rudal dilaporkan lolos dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Rudal-Rudal Canggih yang Digunakan Iran:
-
Fateh-110
Rudal balistik jarak pendek dengan jangkauan sekitar 300 km. Memiliki akurasi tinggi dan sering digunakan dalam konflik-konflik sebelumnya. -
Zolfaghar
Pengembangan dari Fateh-110 dengan jangkauan sekitar 700 km. Dirancang untuk menyerang sasaran militer dan strategis dengan tingkat akurasi lebih baik. -
Dezful
Rudal balistik jarak menengah yang dapat menempuh hingga 1.000 km. Rudal ini memiliki kecepatan tinggi dan dirancang untuk menghindari deteksi sistem pertahanan udara. -
Kheibar Shekan
Salah satu rudal generasi terbaru Iran. Mampu menjangkau target sejauh 1.450 km, dan memiliki desain aerodinamis untuk meningkatkan kemampuan manuver dan daya tahan terhadap sistem pertahanan. -
Shahab-3
Rudal jarak menengah klasik Iran dengan jangkauan 2.000 km. Meski dikembangkan sejak awal 2000-an, rudal ini tetap menjadi bagian penting dari kekuatan rudal strategis Iran. -
Shahed-136 (Drone Kamikaze)
Drone bersenjata tanpa awak yang dilengkapi bahan peledak dan dirancang untuk menabrak target dengan presisi tinggi. Digunakan untuk menghantam pangkalan militer dan infrastruktur penting.
Dampak dan Reaksi Internasional
Pemerintah Israel langsung mengadakan rapat darurat dan mengerahkan sistem pertahanan di seluruh negeri. Perdana Menteri Israel menyatakan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam dan siap melakukan balasan militer yang “proporsional dan terarah.”
Sementara itu, komunitas internasional, termasuk PBB dan Uni Eropa, menyerukan agar kedua negara menahan diri untuk mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Beberapa negara Arab juga menyatakan kekhawatiran terhadap eskalasi ini, mengingat potensi ancaman terhadap stabilitas kawasan.
(Saiful umar)





