Gubernur Pramono Anung Sampaikan Permintaan Maaf kepada Warga Terdampak Banjir
Pemprov DKI Fokus Tangani Banjir dan Percepat Proyek Normalisasi Ciliwung

JakartaHits.Id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan permohonan maaf kepada warga yang masih terdampak banjir akibat hujan deras yang melanda Jakarta pada Minggu (6/7). Hingga kini, sekitar 25 RW di wilayah ibu kota masih mengalami dampak genangan.
Permintaan maaf tersebut ia sampaikan saat meninjau langsung lokasi banjir di sekitar Tanggul Inspeksi Kali Ciliwung, Rajawati, Jakarta Selatan, pada Selasa (8/7).
“Secara khusus saya mohon maaf kepada warga yang terdampak. Karena hingga hari ini masih ada beberapa warga yang rumahnya tergenang,” ujar Pramono.
Ia menegaskan bahwa banjir adalah bencana yang tidak bisa diprediksi atau direncanakan, namun pemerintah tetap bertanggung jawab untuk menanganinya dengan sebaik mungkin. Ia juga menyampaikan bahwa Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah lebih dulu datang ke lokasi untuk menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat.
“Kita tidak perlu malu meminta maaf. Ini bukan sesuatu yang kita inginkan, tetapi harus kita hadapi bersama,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga meminta Dinas Bina Marga dan Dinas SDA untuk bersinergi dalam menangani penyumbatan saluran air yang dapat memperparah genangan di wilayah-wilayah tertentu.
Lebih lanjut, Pramono menginformasikan bahwa proyek normalisasi Sungai Ciliwung akan segera dilanjutkan. Dari total 14 rencana penetapan lokasi (penlok), empat di antaranya telah ditandatangani — masing-masing dua di Jakarta Selatan dan dua di Jakarta Timur.
Ia mendorong agar proses pembebasan lahan bisa segera dilaksanakan oleh Kementerian ATR/BPN dan Pemprov DKI, namun tetap dilakukan dengan pendekatan yang humanis dan persuasif.
“Pendekatannya harus dengan dialog dan persuasi, bukan dengan tekanan atau kekuasaan. Saya tidak ingin ada cara-cara seperti itu,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menambahkan bahwa pembayaran pembebasan lahan untuk normalisasi Ciliwung diperkirakan bisa dilakukan mulai bulan depan. Saat ini, pihaknya hanya menunggu dimulainya pekerjaan fisik dari Kementerian Pekerjaan Umum.
“Kami siap, tinggal menunggu langkah dari Kementerian PU untuk memulai pengerjaan fisik,” kata Ika.
(Hendra Jaya)





