Kampung Budaya Rawa Belong Resmi Diluncurkan, Jadi Pusat Pelestarian Silat dan Seni Betawi di Jakarta Barat

JakartaHits.id – Kampung Budaya Rawa Belong di Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, resmi dicanangkan sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan kawasan budaya berbasis masyarakat, Sabtu (24/10/2026).

Pencanangan tersebut ditandai dengan kegiatan Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong yang digelar di Pasar Bunga Rawa Belong, Jalan Sulaiman, melalui kolaborasi Kelurahan Sukabumi Utara dan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melestarikan kesenian, tradisi, dan identitas masyarakat Betawi sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada kebudayaan lokal.

Lurah Sukabumi Utara, Ali Sahidin, mengatakan pembentukan Kampung Budaya Rawa Belong merupakan hasil proses panjang yang telah berlangsung selama empat tahun.

“Proses pembentukan hingga aktivasi Kampung Budaya Rawa Belong ini telah dilakukan secara bertahap, sejak empat tahun belakangan,” ujar Ali.

Baca juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIC Jakarta Kunjungi Studio Trans TV, Perkuat Kompetensi Lewat Experiential Learning

Rawa Belong Jadi Satu dari Lima Episentrum Budaya Jakarta

Ali menjelaskan, pengembangan Kampung Budaya Rawa Belong merupakan bagian dari peta jalan atau roadmap penguatan kebudayaan yang dimulai sejak 2022.

Pada tahap awal, Pemprov DKI Jakarta mengidentifikasi lima kawasan sebagai episentrum pengembangan kampung budaya, yakni Rawa Belong, Marunda, Tanah Abang, Petukangan, dan Condet.

Selanjutnya, pada 2023 dilakukan pendampingan masyarakat, eksplorasi lapangan, inventarisasi potensi budaya, serta pendokumentasian berbagai aktivitas kebudayaan.

Tahapan tersebut dilanjutkan pada 2024 melalui pemetaan karakter budaya unggulan dan penyusunan rekomendasi strategi pengembangan kawasan.

Memasuki 2025, pemerintah menyusun arah kebijakan, kerangka pengembangan, dan memperkuat kolaborasi lintas perangkat daerah serta pemangku kepentingan.

“Baru pada tahun 2026 ini dilaksanakan inaugurasi seperti yang dilaksanakan. Kegiatan ini sekaligus menandakan aktivasi dan penetapan resmi Kampung Budaya Rawa Belong sebagai pilot project melalui inaugurasi berbasis partisipasi masyarakat,” jelas Ali.

Baca juga: Dua Tahun Prabowo-Gibran: MBG Perkuat Gizi Santri dan Buka Peluang Ekonomi di Desa

Pada 2027, pengembangan kampung budaya direncanakan memasuki tahap replikasi ke wilayah lain sekaligus penguatan ekosistem kebudayaan secara berkelanjutan.

Identitas Betawi Jadi Kekuatan Rawa Belong

Pemilihan Rawa Belong sebagai kawasan percontohan tidak terlepas dari karakter budaya Betawi yang masih melekat kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Menurut Ali, Kelurahan Sukabumi Utara memiliki identitas budaya dan citra kawasan yang mudah dikenali, termasuk keberadaan komunitas seni, sanggar budaya, dan tokoh masyarakat yang aktif menjaga tradisi Betawi.

Aktivitas kebudayaan yang berlangsung secara rutin juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan kawasan tersebut.

Selain itu, keberadaan ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan bersama dinilai mendukung pengembangan kampung budaya berbasis partisipasi masyarakat.

Dengan potensi tersebut, Rawa Belong diharapkan berkembang menjadi ruang pelestarian sekaligus pengenalan seni dan tradisi Betawi kepada generasi muda serta pengunjung dari berbagai wilayah.

Baca juga: Bank Jakarta Raih Penghargaan PUJK Literasi Keuangan Teraktif 1 di Jakarta Financial Festival 2026

Silat Betawi, Lenong hingga Musik Gambus Meriahkan Inaugurasi

Inaugurasi Kampung Budaya Rawa Belong 2026 mengusung tema “Melestarikan Silat, Menghidupkan Seni, Menjalin Silaturahmi.”

Tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya, mengembangkan kreativitas seni, dan mempererat hubungan sosial melalui kegiatan kebudayaan.

Berbagai pertunjukan seni Betawi ditampilkan sejak pagi hingga malam hari, dengan rangkaian acara dijadwalkan berlangsung sampai pukul 22.00 WIB.

Pengunjung disuguhi penampilan orkes Melayu, lenong preman amatir, musik gambus, grup bodoran Betawi, pertunjukan tari, hingga atraksi silat Betawi.

Ragam pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan seni tradisional sekaligus membuka ruang bagi komunitas budaya untuk menampilkan karya mereka.

Baca juga: KPK Hibahkan Dua Properti ke Pemprov DKI, Nilainya Capai Rp9,65 Miliar

Didorong Jadi Model Pengembangan Kampung Budaya

Ali berharap pencanangan Kampung Budaya Rawa Belong tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui aktivitas budaya yang melibatkan masyarakat secara konsisten.

Pengembangan kawasan tersebut juga membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, komunitas budaya, dunia usaha, hingga warga setempat.

“Melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat, kegiatan ini diharap menjadi model pengembangan Kampung Budaya yang berkelanjutan serta memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang berakar pada identitas budaya,” tandasnya.

Dengan status sebagai proyek percontohan, Kampung Budaya Rawa Belong diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan kawasan budaya lainnya di Jakarta, sekaligus memperluas ruang bagi pelestarian dan pemajuan kebudayaan Betawi.

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button