Embung Kebagusan Ditargetkan Rampung Akhir 2026, Kurangi Risiko Banjir Jakarta Selatan

JakartaHits.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pembangunan Embung Kebagusan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sebagai salah satu upaya mengurangi risiko banjir. Infrastruktur seluas sekitar dua hektare ini ditargetkan rampung pada akhir 2026.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pembangunan embung tersebut pada Selasa (13/10). Ia mengatakan, Embung Kebagusan dirancang untuk menampung air dan mengurangi debit yang mengalir melalui Saluran Penghubung (Phb) Joe, terutama dari daerah aliran sungai (DAS) Mampang dan Krukut.
Berdasarkan perhitungan teoretis, embung tersebut diharapkan mampu menahan hingga delapan persen aliran air dari kawasan DAS Mampang dan Krukut sehingga dapat menekan potensi genangan di sekitarnya.
“Dari hitungan secara teoretis, Mampang atau DAS Mampang dan Krukut ini mudah-mudahan bisa menahan air sampai dengan delapan persen,” ujar Pramono.
Selain untuk pengendalian banjir, air yang tertampung di Embung Kebagusan berpotensi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar. Pemprov DKI berencana mengkaji pemanfaatannya melalui kerja sama Dinas Sumber Daya Air (SDA) dengan PAM Jaya, termasuk untuk kebutuhan penghuni apartemen di sekitar lokasi.
Pramono mengatakan, pembangunan embung merupakan bagian dari penanganan banjir Jakarta secara menyeluruh. Upaya tersebut juga mencakup pembangunan waduk serta normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung.
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum menargetkan tiga embung dan waduk di Jakarta Timur dan Jakarta Barat mulai beroperasi pada Februari 2027. Dua lokasi di Jakarta Timur dan satu lokasi di Jakarta Barat disebut telah selesai dibangun pada tahun anggaran 2026.
(Sulton)





