Terjebak Asap dan Dehidrasi, Orangutan Lemah di Ketapang Berhasil Dievakuasi Tim Gabungan

JakartaHits.id — Kebakaran hutan dan lahan yang memicu kepulan asap pekat di Ketapang, Kalimantan Barat, hampir memakan korban satwa langka. Satu individu orangutan jantan dewasa ditemukan tergeletak lemas dan dehidrasi parah di area perkebunan sawit warga Dusun 1 Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, pada Minggu (30/8). Beruntung, Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) bergerak cepat melakukan evakuasi dan penanganan medis darurat sebelum kondisinya memburuk.
Baca Juga: Bank Muamalat Targetkan Pembiayaan SME Tumbuh 30 Persen, Andalkan Digitalisasi
Laporan keberadaan primata dilindungi tersebut pertama kali diterima BKSDA Kalbar pada pukul 07.27 WIB dari warga setempat. Sebelumnya, orangutan ini sempat terpantau aktif bergerak oleh tim pemantau pada pertengahan Agustus, namun kondisi kabut asap dan hilangnya sumber air di sekitar lokasi diduga kuat menjadi penyebab utama menurunnya kondisi fisik satwa tersebut secara drastis.
Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 09.13 WIB melalui pembiusan terukur. Tim medis YIARI langsung memberikan pertolongan pertama berupa pemberian oksigen dan cairan infus, serta mengambil sampel medis dan memasang microchip untuk identifikasi. Setelah kondisinya stabil, orangutan dipindahkan ke pusat rehabilitasi YIARI untuk penanganan intensif.
Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane, menegaskan bahwa kebakaran lahan sangat mengancam ruang jelajah dan keselamatan satwa liar. Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor dan tidak melakukan penanganan mandiri jika menemukan satwa yang terdesak ke permukiman atau perkebunan.



