PSSI Ikuti Kongres FIFA ke-75 di Paraguay, Bahas Masa Depan Sepak Bola Global
PSSI mengutus Anggota Komite Eksekutif Muhammad, Vivin Sungkono Cahyani, serta Sekjen Yunus Nusi sebagai Perwakilan
JakartaHits.id – Kongres FIFA ke-75 tahun 2025 resmi digelar di Asuncion, Paraguay, dan dihadiri oleh Presiden FIFA Gianni Infantino bersama delegasi dari 211 negara anggota. Pertemuan tahunan ini menjadi forum penting untuk membicarakan isu strategis yang akan menentukan arah perkembangan sepak bola dunia ke depan.
Indonesia turut hadir dalam agenda bergengsi ini melalui delegasi dari PSSI yang terdiri dari Anggota Komite Eksekutif Muhammad, Vivin Sungkono Cahyani, serta Sekjen Yunus Nusi. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen PSSI dalam memperkuat tata kelola dan partisipasi aktif dalam gerakan global pengembangan sepak bola yang digagas FIFA.
Dalam pidatonya, Gianni Infantino menyampaikan laporan tahunan FIFA, memaparkan berbagai pencapaian dan tantangan global sepak bola, serta menekankan pentingnya semangat kebersamaan dan sportivitas yang menjunjung nilai-nilai inklusif dan bebas diskriminasi.
Kongres ini juga menggelar pemilihan anggota untuk berbagai komite penting, seperti Komite Disiplin, Etik, Banding, serta Komite Audit, Tata Kelola, dan Kepatuhan. Selain itu, FIFA mendiskusikan berbagai proposal acara sepak bola masa depan dari asosiasi anggotanya.
Beberapa topik utama yang dibahas dalam kongres meliputi:
- Pemberantasan Rasisme: FIFA kembali mempertegas sikap anti-diskriminasi dan mendorong kelanjutan gerakan global melawan rasisme di dunia sepak bola.
- Piala Dunia Antarklub 2025: Format baru yang akan diluncurkan tahun depan mendapat sorotan sebagai ajang kompetisi elite sekaligus sarana distribusi dana solidaritas ke berbagai klub dunia.
- Sepak Bola Wanita: FIFA menegaskan komitmen pada pengembangan sepak bola wanita dengan fokus pada Piala Dunia Wanita 2027 di Brasil serta pembukaan bidding untuk edisi 2031 dan 2035.
- Piala Dunia 2030 dan 2034: FIFA meninjau kesiapan tuan rumah untuk Piala Dunia 2030 di Maroko, Portugal, dan Spanyol, serta laga pembuka bersejarah di Argentina, Paraguay, dan Uruguay. Arab Saudi telah ditetapkan sebagai tuan rumah untuk edisi 2034.
- Program Pengembangan Global: Program seperti Football for Schools terus diperkuat untuk membina sepak bola dari tingkat akar rumput, termasuk untuk sepak bola wanita.
- Tata Kelola Organisasi: Kongres menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan penerapan prinsip tata kelola yang baik dalam federasi sepak bola.
- Tantangan Asosiasi Anggota: Salah satu topik hangat adalah kondisi Palestina, yang dibahas dalam konteks solidaritas global dan bantuan kemanusiaan.
- Inovasi Teknologi dan Regulasi: FIFA menyoroti kemajuan teknologi dalam mendukung keadilan pertandingan serta penyesuaian regulasi sejalan dengan dinamika sepak bola modern.
Kongres FIFA 2025 ini menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga alat persatuan global untuk menciptakan masa depan olahraga yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
(Muhammad Sulton As Sakandayas)



