Trending
Pedagang pasar induk kramat jati dorong lanjutan revitalisasi dan penertiban PKL
Keberadaan PKL di area tersebut sudah berlangsung lama dan diduga dilindungi oleh oknum organisasi masyarakat (ormas).
JakartaHits.id-Para pedagang di los C dan H Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mendesak Perumda Pasar Jaya agar segera melanjutkan program revitalisasi pasar yang telah dimulai sejak tahun 2022. Salah satu pedagang cabai, H. Khairul, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan yang sudah tua, kotor, dan tidak terawat membuat pembeli enggan berkunjung. Ia membandingkan los tempatnya berjualan dengan area buah dan sayur yang sudah direnovasi dan kini tampak lebih menarik.
Karena kondisi yang tidak layak, para pedagang di los C dan H hanya mengandalkan pelanggan tetap. Menurut Khairul, sulit menarik pembeli baru jika lingkungan pasar terlihat kumuh.
Selain menyoroti fasilitas pasar, para pedagang juga mengeluhkan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di area pintu masuk los. H. Riki, pedagang lainnya, menyebut bahwa para pembeli lebih memilih berbelanja di lapak PKL daripada masuk ke dalam los. Ia berharap ada penertiban agar aktivitas jual beli di dalam pasar kembali ramai.
Keberadaan PKL di area tersebut sudah berlangsung lama dan diduga dilindungi oleh oknum organisasi masyarakat (ormas). Berbeda dengan pedagang resmi yang membayar retribusi ke pemerintah daerah, PKL disebut menyetorkan uang ke pihak luar.
Menanggapi hal ini, Manager Pasar Induk Kramat Jati, Agus Lamun, menyampaikan bahwa revitalisasi los C akan mulai dilaksanakan pada tahun 2025 dan saat ini masih dalam tahap sosialisasi kepada para pedagang. Ia juga menegaskan bahwa penertiban PKL akan dilakukan dalam waktu dekat untuk memperbaiki kondisi pasar secara keseluruhan.
(saiful umar)