Arsenal Kembali Gagal Meraih Tropi

PSG menang 2-1 atas The Gunners, membuat Arsenal tersingkir dengan agregat skor 3-1 untuk kemenangan PSG

Jakartahits.id – Arsenal harus mengubur impian mereka untuk mencapai final Liga Champions pertama sejak 2006 setelah dikalahkan Paris Saint-Germain (PSG) dengan agregat 3-1 di semifinal. Pada leg kedua yang berlangsung di Parc des Princes, Paris, Rabu malam waktu setempat (7 Mei 2025), PSG menang 2-1 atas The Gunners.

Arsenal memulai pertandingan dengan agresif dan menciptakan beberapa peluang emas dalam 20 menit pertama. Namun, penampilan gemilang kiper PSG, Gianluigi Donnarumma, menggagalkan upaya dari Martin Ødegaard dan Gabriel Martinelli. Keunggulan justru diraih PSG pada menit ke-27 melalui tendangan voli Fabian Ruiz setelah bola hasil sapuan Thomas Partey jatuh ke kakinya.

Di babak kedua, PSG mendapat hadiah penalti kontroversial akibat handball dari Myles Lewis-Skelly. Namun, eksekusi Vitinha berhasil ditepis oleh David Raya. Tak lama kemudian, Achraf Hakimi menggandakan keunggulan PSG pada menit ke-72 setelah bekerja sama dengan Ousmane Dembélé.

Arsenal sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol Bukayo Saka pada menit ke-76. Namun, peluang emas berikutnya gagal dimanfaatkan oleh Saka, yang menendang bola di atas mistar gawang meski berhadapan dengan gawang kosong.

Dengan kemenangan ini, PSG melaju ke final Liga Champions untuk kedua kalinya dalam sejarah klub. Mereka akan menghadapi Inter Milan pada 31 Mei 2025 di Munich. Kemenangan atas Arsenal menunjukkan transformasi PSG di bawah asuhan Luis Enrique, yang berhasil membentuk tim yang solid dan efektif.

Ousmane Dembélé, yang memberikan assist untuk gol Hakimi, mencatatkan kontribusi gol ke-12 di Liga Champions musim ini, rekor baru bagi pemain Prancis di kompetisi tersebut. Performa impresifnya menjadikannya kandidat kuat untuk Ballon d’Or tahun ini.

Dengan tersingkirnya Arsenal, fokus mereka kini beralih ke musim depan, sementara PSG bersiap menghadapi Inter Milan dalam perebutan gelar juara Eropa.

Kekalahan ini juga menambah tekanan bagi Arteta, yang belum mempersembahkan trofi besar sejak menjuarai Piala FA pada 2020. Meski Arsenal dipastikan finis di posisi kedua Liga Premier untuk musim ketiga berturut-turut, kritik mulai muncul terkait kurangnya pencapaian trofi di bawah kepemimpinannya.

(Muhammad Sulton As Sakandayas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button