Grab Tekankan Peran Teknologi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Grab Indonesia kembali menggelar Grab Business Forum 2025 sebagai panggung kolaborasi strategis lintas sektor dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan percepatan transformasi digital

Jakartahits.id – Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan percepatan transformasi digital, Grab Indonesia kembali menggelar Grab Business Forum 2025 sebagai panggung kolaborasi strategis lintas sektor. Mengusung tema “Beyond Bolder: Navigating Changes, Driving Growth”, forum ini diadakan di Hotel Fairmont, Jakarta, dan menyedot perhatian lebih dari 1.400 peserta dari 800 perusahaan.

Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, forum ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI, Dr. Riyatno, S.H., LL.M., dan ekonom senior yang juga mantan Menteri Keuangan RI, Chatib Basri. Keduanya menyampaikan pandangan makro terkait arah kebijakan ekonomi, tren investasi, serta urgensi adaptasi di tengah volatilitas pasar global.

Roy Nugroho, Director of Grab For Business, menyoroti pentingnya peran teknologi dalam mendukung operasional bisnis yang gesit dan efisien. Ia menjelaskan bahwa solusi B2B Grab, seperti GrabAds dan GrabMaps, dirancang untuk menyederhanakan proses bisnis dan meningkatkan produktivitas. Sementara itu, Head of Product Geo Grab, Pradeep Varadaraja, menekankan peran teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam GrabMaps, seperti fitur auto-validation yang memudahkan verifikasi rute secara otomatis dan real time.

Dalam sesi panel diskusi, sejumlah tokoh industri seperti Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo, CEO Paragon Technology Salman Subakat, serta Direktur Network & Retail Funding BNI Rian Kaslan berbagi strategi perusahaan dalam menghadapi era digitalisasi yang terus berkembang cepat.

Data dari World Economic Outlook IMF edisi April 2025 memperkirakan pertumbuhan ekonomi global hanya mencapai 2,8%, menurun dari proyeksi sebelumnya 3,3%, akibat meningkatnya ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi yang tidak stabil. Namun demikian, ekonomi Indonesia dinilai cukup tangguh, dengan BPS mencatat pertumbuhan sebesar 4,87% pada kuartal I 2025.

Dr. Riyatno menyoroti bahwa investasi tetap menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional, menyumbang 29,15% pada tahun lalu. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan akademisi (triple helix) untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital nasional yang diperkirakan mencapai USD 130 miliar tahun ini — sekitar 44% dari total proyeksi Asia Tenggara.

Chatib Basri dalam analoginya menyamakan ketahanan bisnis dengan pembalap MotoGP Marc Marquez yang mampu bangkit meski sering jatuh. Menurutnya, kunci keberhasilan bukan menghindari risiko, tetapi mampu beradaptasi secara sigap dalam menghadapi ketidakpastian. Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki ketahanan relatif terhadap tekanan eksternal karena rendahnya ketergantungan pada pasar ekspor dan ekonomi AS.

Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa forum ini merupakan ruang untuk merancang strategi bisnis yang agile dan berkelanjutan. “Optimisme tetap relevan, dan inovasi harus terus didorong lewat teknologi serta pemanfaatan data,” ujarnya.

Grab For Business kini menjadi mitra andalan berbagai perusahaan dalam mendukung operasional harian, mulai dari transportasi hingga periklanan digital. Platform ini juga menyediakan fleksibilitas pembayaran, termasuk corporate billing, kartu kredit, dan OVO. Puluhan ribu bisnis, dari skala kecil hingga besar, telah memanfaatkan layanan ini untuk memperkuat daya saing mereka di era digital.

(Muhammad Sulton As Sakandayas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button