Penjualan Samsung Galaxy S25 Pecahkan Rekor

Samsung Electronics mencatatkan kinerja keuangan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal pertama 2025, Didorong oleh penjualan yang kuat dari lini ponsel pintar flagship Galaxy S25

JakartaHits.id – Samsung Electronics mencatatkan kinerja keuangan tertinggi sepanjang sejarah pada kuartal pertama 2025, didorong oleh penjualan yang kuat dari lini ponsel pintar flagship Galaxy S25. Dalam laporan keuangan yang dirilis pada Selasa (30/4/2025).

Perusahaan asal Korea Selatan ini melaporkan pendapatan sebesar 79,14 triliun won (sekitar 55,7 miliar dollar AS) selama periode Januari–Maret, meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba operasional Samsung tercatat sebesar 6,7 triliun won (sekitar 4,7 miliar dollar AS), tumbuh sekitar 1,5 persen secara tahunan (year-on-year).

Divisi Mobile eXperience (MX), yang menangani bisnis perangkat seluler, menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai 37 triliun won (sekitar 26 miliar dollar AS) dan laba operasional sebesar 4,3 triliun won (sekitar 3 miliar dollar AS).

Peningkatan kinerja ini ditopang oleh permintaan tinggi terhadap fitur Galaxy AI yang disematkan dalam Galaxy S25, serta efisiensi biaya dan turunnya harga beberapa komponen kunci.

Samsung menyatakan optimistis mempertahankan tren positif penjualan flagship hingga kuartal berikutnya, meskipun mengakui tantangan akibat lemahnya permintaan musiman. Perusahaan dijadwalkan meluncurkan Galaxy S25 Edge pada 13 Mei di pasar domestik Korea Selatan, dan secara global pada 30 Mei mendatang.

Sebagai bagian dari strategi ekspansi kecerdasan buatan (AI), Samsung juga mengumumkan akan menghadirkan fitur “Awesome Intelligence” ke dalam lini ponsel kelas menengah Galaxy A series.

Sementara itu, Divisi DS (Device Solutions) yang menangani semikonduktor dan chip memori, menyumbang pendapatan sebesar 25,1 triliun won (sekitar 17,6 miliar dollar AS). Namun demikian, kinerja divisi ini turut tertekan akibat penurunan harga jual rata-rata dan turunnya penjualan chip memori HBM, menyusul pembatasan ekspor untuk chip AI.

Samsung menyebutkan bahwa ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan perdagangan internasional menjadi faktor utama yang menyulitkan proyeksi kinerja ke depan. Meski begitu, perusahaan berharap kondisi akan membaik pada paruh kedua tahun 2025 apabila tekanan eksternal mulai mereda.

(Muhammad Sulton As Sakandayas)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button