Penjaga Gerbang Cyber Indonesia, Apakah Sudah Mumpuni ?

Oleh : Rambang Basari

Dorongan untuk Menkominfo mundur yang disuarakan oleh Southeast Asia Freedom of Expression Network (Safenet), melalui petisi via laman change.org yang dibuka sejak 26 Juni 2024.

Petisi yang bertajuk PDNS Kena Ransomware, Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi Harus Mundur “telah ditandatangani oleh 22.177 warganet.

Selain dorongan mundur Memkominfo masyarakat juga menyoroti Hinsa Siburian, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sorotan terhadap Hinsa Siburian dikarenakan sama dengan Menkominfo, Kepala BSSN ini juga tidak memiliki latar belakang dibidang IT.

Berdasarkan penelusuran JakartaHits di berbagai platform, Hinsa Siburian merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)tahun 1986.

Usai lulus dari akademi, ia melanjutkan pendidikan militer mulai dari Kursus Dasar Kecabangan Infanteri, Kursus Lanjutan Perwira I dan II Infanteri, Sekolah Staf dan Komando TNI AD, serta Sekolah Staf dan Komando TNI. Sedangkan Budi Arie Setiadi Menkominfo berlatar belakang wartawan dan juga relawan projo.

Berdasarkan latar belakang kedua tokoh maka garda depan dalam menghadapi serang cyber di Indonesia tidak di pimpin oleh orang yang cukup mumpuni di bidang IT. Melihat hal tersebut tentunya harus menjadi evaluasi Presiden Joko Widodo, mengingat saat ini kita berada di era digital, dimana pertempuran cyber lebih sering terjadi di bandingkan pertempuran dengan senjata.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button