Lumpur Olahan SPALD Pulau Tidung Dimanfaatkan Jadi Media Tanam Ramah Lingkungan

Sudin SDA Kepulauan Seribu Gagas Inovasi Pengelolaan Lumpur IPAL untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Kurangi Pencemaran

JakartaHits.Id – Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu mengembangkan inovasi pengelolaan limbah ramah lingkungan dengan memanfaatkan lumpur hasil olahan dari Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Zona Utara, Pulau Tidung, sebagai media tanam.

Kepala Sudin SDA Kepulauan Seribu, Mustajab, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk solusi atas keterbatasan alat penyedot lumpur yang belum tersedia di wilayah kepulauan.

“Jika di wilayah daratan lumpur IPAL ditangani oleh PD PAL Jaya dan dikirim ke IPLT, di pulau tidak ada sistem itu. Maka, kami mencari cara yang tidak mencemari lingkungan dan justru memberikan manfaat,” jelasnya, Kamis (12/6).

Ia menambahkan, untuk merealisasikan gagasan ini, pihaknya bekerja sama dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) yang telah mengolah sampah organik menjadi kompos.

Dalam pelaksanaannya, lumpur dari sistem IPAL dan endapan dari manhole yang rutin dibersihkan dikumpulkan ke dalam karung, lalu dikeringkan di sludge drying bed guna membunuh bakteri. Setelah kering, lumpur ini dicampur dengan kompos organik dan digunakan sebagai media tanam.

“Kami sudah melakukan percobaan selama dua minggu dengan tanaman kangkung. Hasilnya tumbuh subur dan sehat. Ini lebih hemat dan praktis,” ujar Mustajab.

Inovasi ini juga mulai dikenalkan langsung ke masyarakat Pulau Tidung agar mereka bisa mengadopsi metode ini. Selain ramah lingkungan, pemanfaatan lumpur ini juga mendukung ketahanan pangan lokal melalui urban farming.

“Ke depan, kami akan perluas penerapannya ke pulau-pulau lain. Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan media tanam ini untuk berkebun di lingkungan rumah,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Dewan Kabupaten Kepulauan Seribu Selatan, Munawar, memberikan apresiasi atas langkah inovatif ini. Menurutnya, program ini bisa menjadi contoh praktik pengelolaan limbah berbasis masyarakat.

“Kalau hasilnya positif untuk warga dan bisa menunjang kegiatan berkebun, tentu kami dukung penuh. Ini bentuk kolaborasi hebat antara Sudin SDA, LH, dan KPKP,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa inisiatif ini tidak hanya menyediakan media tanam yang baik, tetapi juga membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah organik yang menumpuk.

“Selain solusi lingkungan, ini juga mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan,” tutupnya.

(Hendra Jaya)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button