Jakarta Dessert Week 2026 Usung Tema “Dangdut”

JakartaHits.id – Jakarta Dessert Week (JDW), festival dessert terbesar di Indonesia, secara resmi mengumumkan “Dangdut” sebagai tema utama penyelenggaraan Jakarta Dessert Week 2026 yang akan berlangsung pada 24 Agustus hingga 13 September 2026.
Lebih dari sekadar genre musik, Dangdut dipilih sebagai representasi semangat Jakarta yang dinamis, inklusif, penuh warna, dan dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui tema ini, Jakarta Dessert Week mengajak para pastry chef, dessert artisan, baker, restoran, hotel, hingga pelaku industri kreatif untuk menerjemahkan semangat dangdut ke dalam karya kuliner yang inovatif, ekspresif, dan relevan dengan generasi masa kini.
Bagi Jakarta Dessert Week, Dangdut bukan sekadar musik. Dangdut adalah simbol budaya populer Indonesia yang mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat, melampaui batas generasi, kelas sosial, maupun latar belakang. Sama seperti dessert, dangdut menghadirkan kebahagiaan, membangun kebersamaan, dan menjadi bahasa universal yang dapat dinikmati semua orang.
Pagelaran Jakarta Dessert Week kali ini ingin menunjukkan bahwa inspirasi kuliner tidak hanya datang dari bahan makanan, tetapi juga dari musik, seni, budaya, dan kehidupan sehari hari masyarakat Indonesia.
Mendorong Kolaborasi Antar Subsektor Ekonomi Kreatif
Pemilihan tema Dangdut merupakan bagian dari komitmen Jakarta Dessert Week untuk terus mendorong kolaborasi antar subsektor ekonomi kreatif.
Festival ini meyakini bahwa kuliner tidak berdiri sendiri. Sebaliknya, kuliner memiliki kemampuan untuk menjadi titik temu berbagai disiplin kreatif seperti musik, desain, seni rupa, ilustrasi, fotografi, film, fesyen, arsitektur, hingga storytelling. Ketika berbagai disiplin tersebut saling berkolaborasi, lahirlah pengalaman budaya yang lebih kaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi para pelaku industri kreatif.
Melalui tema Dangdut, Jakarta Dessert Week mengajak para peserta festival untuk mengeksplorasi berbagai interpretasi kreatif terhadap budaya populer Indonesia melalui dessert, pastry, minuman, visual merchandising, kemasan, hingga pengalaman ruang yang mampu menghadirkan pengalaman festival yang lebih imersif.
Melalui tema Dangdut, Jakarta Dessert Week mengajak seluruh peserta festival untuk mengeksplorasi nostalgia, keberanian bereksperimen, warna, tekstur, serta interpretasi baru terhadap budaya populer Indonesia.
Dangdut bukan sekadar tema tahunan.
Dangdut adalah simbol keberanian untuk merayakan budaya sendiri.
Sebuah ajakan untuk memperkuat kolaborasi lintas subsektor ekonomi kreatif.
Sebuah upaya untuk menunjukkan bahwa budaya populer Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi yang relevan bagi industri kreatif masa kini.
Dan pada akhirnya, sebuah langkah kecil untuk memperkuat soft power Indonesia melalui bahasa yang paling mudah dipahami oleh semua orang: makanan





