Gibran Inginkan Kerja Sama Pengembangan Industri Halal Dengan Malaysia
Gibran ajak Malaysia untuk sama-sama mempererat kolaborasi strategis di berbagai bidang
JakartaHits.id – Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Sri Ahmad Zahid Bin Hamidi akan melangsungkan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan siang nanti. Saat ini, beliau tengah melakukan kunjungan ke Indonesia.
Sebelum itu, Ahmad Zahid juga sudah bertemu dengan Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming kemarin.
Tujuan pertemuan tersebut tidak lain adalah untuk mempererat kolaborasi strategis di berbagai bidang, termasuk ekonomi, industri halal, serta pembangunan manusia.
Dari pembahasan tersebut, Gibran membahas mengenai pengembangan industri halal. Gibran menginginkan adanya kerja sama produk halal antara Indonesia dan Malaysia.
Terutama pengembangan sinergi dan implementasi lebih lanjut Nota Kesepahaman (MoC) tentang Pengakuan Sertifikasi Halal.
Gibran juga mendorong agar Indonesia dan Malaysia sama-sama maju dalam industri makanan halal.
Tidak hanya itu, bidang farmasi, kosmetika halal, serta busana adat turut ditekankan oleh Gibran agar membersamai kemajuan industri.
Untuk itulah, Gibran mengajak Malaysia untuk bersama-sama mendukung kerjasama untuk mengatasi hambatan tarif dan non tarif.
“Kemudian juga kerjasama untuk industri halal, karena Indonesia dan Malaysia ini adalah masyarakat muslim yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam keterangan pers Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Wakil Presiden (BPMI Setwapres), Selasa (22/4).
Selain industri halal, penguatan kerjasama ekonomi secara umum juga turut dijaga demi kepentingan kondusivitasnya.
Salah satunya, melalui upaya kolaboratif pada proyek Kapal RoRo (Roll On/roll Off) rute Batam-Johor.
Gibran mengatakan, penguatan kerja sama ini akan berdampak positif terhadap kelancaran logistik serta mobilitas masyarakat di kedua kawasan tersebut.
Mengenai sektor minyak kelapa sawit, Gibran menekankan agar kolaborasi untuk memperluas akses pasar global, menangkal kampanye negatif, serta memperkuat peran Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries) ditingkatkan.
Di bidang pembangunan manusia, Gibran juga mendorong pentingnya memperkuat hubungan antar warga (People-to-people connection), khususnya terkait perlindungan pekerja migran Indonesia di Malaysia.
Gibran mendorong penguatan sistem perekrutan agar sesuai prosedur, optimalisasi pusat pembelajaran komunitas, dan perluasan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran.
(Asti Febriani)



