Jaga Kesehatan Kulit, Ternyata Skin Barrier Saja Tidak Cukup

JakartaHits.id – Esa Mahira Arman, Senior Brand Manager POND’S menyampaikan, Sebagai skincare expert, POND’s mengamati bahwa solusi perawatan kulit yang didasari oleh semakin tingginya minat beauty enthusiasts untuk mengeksplorasi science di balik kebutuhan kulit mereka kini bertumbuh sangat pesat.

Beberapa tahun terakhir, skin barrier menjadi salah satu topik hangat di dunia kecantikan karena berperan sangat penting sebagai pelindung utama kulit, yaitu untuk menjaga kelembapan, mencegah iritasi, dan melindungi kulit dari kerusakan akibat polusi, radikal bebas, ataupun infeksi.

Tak heran, para beauty enthusiasts kini kian aktif mencari informasi dan solusi untuk memperbaiki skin barrier mereka, terlihat dari data Google Trends yang menunjukkan bahwa pencarian untuk kata kunci ‘skin barrier’ terus meningkat hingga 500% antara tahun 2020 dan 2024 .”

“Di balik fenomena ini, banyak yang belum memahami bahwa menjaga skin barrier saja tidak cukup. Studi global yang diinisiasi National Institutes of Health Amerika Serikat menunjukkan bahwa fungsi skin barrier faktanya sangat dipengaruhi oleh keseimbangan skin microbiome, yaitu kumpulan mikroorganisme yang secara alami hidup di permukaan kulit ,” lanjut Esa.

dr. Anesia Tania, Sp, D.V.E, FINSDV, Dermatologist lebih lanjut menjelaskan, Ibarat sebuah kastil, skin barrier adalah benteng yang melindungi kulit kita dari gangguan, sementara skin microbiome adalah prajurit yang melindungi benteng tersebut supaya tetap kuat.

Ekosistem skin microbiome yang terganggu akan berdampak langsung terasa pada menurunnya fungsi skin barrier, dimana kulit jadi lebih sensitif, mudah terpapar agresor lingkungan, serta rentan mengalami kondisi seperti kulit kering, kusam, jerawat, eksim, hingga iritasi.”

Sebaliknya, skin microbiome yang seimbang dapat memperkuat skin barrier sehingga mempercepat regenerasi kulit, menghasilkan asam laktat atau lactic acid yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan ekosistem kulit, hingga membantu menjaga keseimbangan pH kulit.

“Untuk itu, menjaga keseimbangan skin microbiome menjadi kunci penting dalam merawat kesehatan kulit secara menyeluruh. Salah satunya menggunakan produk skincare dengan kandungan prebiotik yang berfungsi sebagai ‘makanan’ bagi mikroba baik sekaligus pengontrol pertumbuhan mikroba jahat” jelas dr. Anes.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button