Unik, Penanda Jemaah Haji Asal Sumenep Berbentuk Boneka, Kain Jarik Hingga Anyaman Ketupat

Jemaah Haji asal Sumenep menandai koper milik mereka dengan barang-barang unik

JakartaHits.id – Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Jawa Timur, mulai mengumpulkan koper besar milik calon jemaah haji untuk dibawa ke Asrama Haji Surabaya pada Rabu (7/5).

Menariknya, banyak jemaah haji yang menandai koper mereka dengan benda-benda unik, seperti boneka, anyaman ketupat, kain jarik, dan sandal bekas. Salah satu jemaah dari Desa Longos, Maskianto, mengatakan bahwa banyak koper yang ditandai dengan benda-benda aneh di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Sumenep.

“Saya lihat ada yang dipasangi boneka, sandal, ada banyak. Kalau yang saya ditandai dengan foto saya sendiri,” ujarnya. Menurut Maskianto, penanda unik ini membantu mereka menemukan koper setelah tiba di Mekkah dan mencegah kebingungan dengan koper jemaah lain yang mirip.

Jemaah lain dari Pulau Raas, Nur Kholis, menambahkan bahwa penanda ini sangat berguna, terutama bagi jemaah yang sudah lanjut usia. “Di sini kan (sahara) semuanya sama, jadi harus ada tanda khusus agar si pemilik mudah mengetahuinya,” kata Kholis.

Petugas Kemenag Sumenep, Moh Rifaie Hasyim, menjelaskan bahwa menandai koper dengan cara ini sudah biasa dilakukan setiap tahun. Penanda tersebut hanya untuk memudahkan pemilik saat membawa koper mereka.

Hari ini, koper jemaah haji dari Sumenep dikumpulkan sebelum mereka berangkat ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Setahu saya hanya untuk penanda saja, tidak ada yang secara khusus untuk apa-apa gitu, tidak ada,” urainya. Sahara milik JCH asal Sumenep dikumpulkan pada hari yang sama dengan pemberangkatan jemaah ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

“Hari ini kami kumpulkan (sahara) dari jam 07.00 WIB – 12.00 WIB, dan pada pukul 24.00 WIB malam nanti jemaah akan berangkat ke Asrama Haji di Surabaya, mohon doanya semuanya lancar,” pungkasnya.

(Asti Febriani)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button