BINUS @Bekasi Dorong Talenta Muda Siap Hadapi Era AI Lewat Program Artificial Intelligence

BINUS @Bekasi menghadirkan pembelajaran AI berbasis teknologi dan industri untuk mencetak talenta yang siap beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja.

JakartaHits.id, Bekasi – Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin cepat mendorong dunia pendidikan untuk menyiapkan generasi muda dengan kemampuan yang lebih adaptif. Menjawab kebutuhan tersebut, BINUS University resmi meluncurkan Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi sebagai upaya mencetak talenta digital yang mampu berkolaborasi dengan teknologi sekaligus menghadirkan solusi bagi industri dan masyarakat.

Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari komitmen BINUS University melalui inisiatif AI Empowers @ BINUS untuk memperluas pemahaman dan pemanfaatan AI dalam lingkungan akademik. Mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara kerja, mengevaluasi hasil, serta menerapkan AI secara etis dan bertanggung jawab.

Kebutuhan terhadap talenta digital menjadi salah satu alasan penting hadirnya program ini. Pemerintah memproyeksikan Indonesia membutuhkan sekitar 12 juta talenta digital pada 2030, sementara masih terdapat kesenjangan sekitar 3 juta talenta yang perlu dipenuhi.

Selain itu, penggunaan AI dalam dunia kerja juga terus meningkat. Microsoft Work Trend Index 2026 mencatat sebanyak 33% pekerja di Indonesia telah menjadi pengguna AI tingkat lanjut, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang mencapai 16%.

Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan pengembangan kemampuan AI harus diarahkan untuk menciptakan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perluasan program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.

Mahasiswa Disiapkan Berkolaborasi dengan AI

Program Artificial Intelligence di BINUS University dirancang dengan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan berbagai bidang, seperti matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.

Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk memahami teknologi sekaligus menghubungkannya dengan kebutuhan dunia nyata.

Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., menilai tantangan utama generasi muda saat ini bukan lagi sekadar memahami keberadaan AI, tetapi memiliki kemampuan untuk bekerja bersama teknologi tersebut.

“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI,” kata Prof. Derwin.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta memanfaatkan teknologi secara strategis.

“Mahasiswa perlu memiliki fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menerapkan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Kemampuan manusia dalam mengelola teknologi menjadi semakin penting. Berdasarkan Microsoft Work Trend Index 2026, sebanyak 62% responden di Indonesia menilai kemampuan berpikir kritis menjadi kompetensi penting di era AI, sementara 60% melihat kemampuan melakukan kontrol kualitas terhadap hasil AI semakin dibutuhkan.

BINUS @Bekasi Hubungkan AI dengan Dunia Industri

Sebagai kawasan dengan perkembangan industri dan bisnis yang dinamis, Bekasi menjadi salah satu lokasi strategis untuk menghadirkan pendidikan AI yang dekat dengan kebutuhan profesional.

Direktur Kampus BINUS @Bekasi, Prof. Gatot Soepriyanto, S.E., Ak., M.Buss (Acc)., Ph.D., CA, CFE, menyampaikan bahwa mahasiswa perlu memahami teknologi bukan sebagai bidang yang berdiri sendiri, tetapi sebagai alat untuk menciptakan solusi.

“Bekasi memiliki ekosistem industri, bisnis, dan layanan yang berkembang sangat dinamis. Kehadiran Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi menjadi relevan karena mahasiswa dapat mempelajari bagaimana teknologi diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitarnya,” ujar Prof. Gatot.

Menurutnya, pembelajaran AI harus mampu menghasilkan nilai bagi berbagai sektor.

“Kami ingin pembelajaran AI tidak berhenti pada pemahaman teknologi, tetapi juga mampu diterjemahkan menjadi solusi yang memberikan nilai bagi industri, bisnis, dan masyarakat,” tambahnya.

Industri Dorong Talenta AI dengan Kemampuan Bisnis

Perubahan kebutuhan industri akibat perkembangan AI membuat perusahaan kini tidak hanya mencari individu dengan kemampuan teknis, tetapi juga talenta yang mampu memahami persoalan bisnis dan menghasilkan solusi berbasis teknologi.

Nicholas Dominic, Senior Data Scientist & AI Consultant Cloud Solutions Department Lintasarta Cloudeka, mengatakan keterhubungan antara pendidikan tinggi dan industri menjadi faktor penting dalam mempersiapkan mahasiswa.

“Perusahaan membutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu memahami persoalan bisnis, membaca data secara kritis, berkolaborasi, dan menentukan bagaimana AI dapat digunakan secara tepat untuk menghasilkan solusi yang berdampak,” jelas Nicholas.

Hal senada disampaikan alumni BINUS University yang kini berkarier sebagai Solution Architect di Alibaba, Sanny Jovita. Ia menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu bekal penting dalam menghadapi perubahan teknologi.

“Ketika masuk ke dunia profesional, teknologi dan cara kerja bisa berubah dengan sangat cepat. Pengalaman belajar di BINUS membiasakan saya untuk terus belajar, bekerja bersama tim, menyampaikan ide, dan mencari solusi ketika menghadapi tantangan baru,” ungkap Sanny.

Melalui Program Artificial Intelligence di BINUS @Bekasi, BINUS University berharap dapat melahirkan talenta muda yang tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, beradaptasi, serta menciptakan inovasi yang berdampak.

Program tersebut sekaligus memperkuat gerakan #AIverywhereInBINUS untuk mendekatkan pembelajaran dan pemanfaatan AI kepada mahasiswa di berbagai lingkungan kampus BINUS University.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button