Prodi Ilmu Komunikasi UIC Siapkan Mahasiswa Jadi Wartawan Profesional di Era Digital
Konsentrasi jurnalistik di Prodi Ilmu Komunikasi UIC dirancang untuk membentuk mahasiswa yang mampu menulis, meliput, mewawancarai, dan memproduksi berita secara profesional.

JakartaHits.id – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta mendorong mahasiswa yang memiliki minat di bidang jurnalistik untuk mengembangkan kemampuan menulis berita, melakukan liputan, wawancara, dan memproduksi konten media.
Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi UIC, Riska Ramdani, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan bahwa jurnalistik menjadi salah satu konsentrasi yang tersedia di Prodi Ilmu Komunikasi UIC. Kurikulum yang disusun juga diarahkan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan dasar dan lanjutan di bidang jurnalistik.
“Prodi Ilmu Komunikasi UIC memang salah satu konsentrasinya adalah jurnalistik. Sejak awal, kurikulum didesain agar mahasiswa belajar menulis berita dan mempersiapkan diri menjadi jurnalis,” ujar Riska Ramdani.

Menurut Riska, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UIC memperoleh sejumlah mata kuliah yang mendukung kompetensi jurnalistik. Pada semester awal, mahasiswa dikenalkan dengan mata kuliah seperti Pengantar Jurnalistik, Komunikasi Massa, Citizen Journalism, dan Manajemen Media Massa.
Sementara itu, pada semester akhir mahasiswa dapat mengambil peminatan jurnalistik melalui mata kuliah yang lebih spesifik, seperti Penulisan Opini dan Feature, Investigation and Reporting, Media Analysis, serta Writing and Reporting for Broadcast.
Riska menjelaskan bahwa pembelajaran di Prodi Ilmu Komunikasi UIC tidak hanya berfokus pada teori. Mahasiswa juga diarahkan untuk menghasilkan karya jurnalistik melalui tugas praktik dan proyek perkuliahan.
“Output mata kuliahnya memang menulis dan memproduksi berita. Kami menyediakan wadah penulisan seperti web, kanal berita online, dan YouTube,” katanya.
Ia menambahkan, profesi wartawan masih memiliki peran penting di era digital. Meski masyarakat kini dapat membuat dan menyebarkan informasi secara mandiri melalui media sosial, keberadaan wartawan tetap dibutuhkan untuk menjaga kualitas informasi.
Menurutnya, era user generated content membuat arus informasi bergerak cepat. Namun, kondisi tersebut juga menuntut hadirnya jurnalis yang mampu bekerja berdasarkan etika, verifikasi, dan tanggung jawab informasi.
“Dengan kehadiran wartawan yang memegang teguh etika penulisan, diharapkan masyarakat tetap memiliki sumber informasi yang dapat divalidasi kebenarannya,” ujar Riska.
Riska juga berpesan kepada calon mahasiswa agar mengenali minat sejak awal sebelum memilih program studi. Dengan mengetahui minat dan passion, mahasiswa dapat lebih mudah menentukan arah belajar dan pengembangan karier.
Ia menegaskan bahwa Prodi Ilmu Komunikasi UIC menerapkan pembelajaran berbasis proyek. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mempraktikkan materi perkuliahan dalam bentuk karya nyata.
Program Studi Ilmu Komunikasi UIC membuka peluang bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan karier di bidang jurnalistik, media, komunikasi digital, dan industri kreatif.
Mau jadi wartawan? Kuliah di Prodi Ilmu Komunikasi UIC aja.
Ayo Daftar Sekarang.
Informasi pendaftaran: 0811977868





