Pernyataan Kontroversial KDM: Orang Tua Ikut Campur Sistem Pendidikan, Anak Tidak Bisa Sekolah Dimanapun
Dedi Mulyadi Menegaskan Batasan Keterlibatan Wali Murid dalam Sistem Sekolah

JakartaHits.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali melontarkan pernyataan yang menyita perhatian publik mengenai dunia pendidikan. KDM secara tegas menyuarakan sikapnya terhadap praktik intervensi berlebihan dari orang tua murid terhadap sistem dan kebijakan yang berlaku di sekolah.
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, KDM menegaskan bahwa bagi orang tua yang terbukti terlalu jauh ikut campur dalam sistem pendidikan di sekolah, maka anak mereka terancam tidak akan bisa sekolah di mana pun. Pernyataan ini disampaikan KDM sebagai upaya menjaga independensi institusi pendidikan.
Ketegasan ini muncul dari keresahan terhadap maraknya kasus guru dan sekolah yang rentan akibat tekanan, bahkan kriminalisasi, dari orang tua murid yang tidak terima dengan kebijakan atau tindakan pendisiplinan yang diberikan kepada anak mereka. KDM berupaya melindungi para pendidik dan memastikan mereka dapat bekerja dengan nyaman.
Sebelumnya, KDM telah mengadvokasi agar orang tua murid membuat surat pernyataan tidak akan memidanakan guru yang melakukan tindakan pendisiplinan yang bersifat mendidik. Tujuannya adalah agar guru dapat fokus membentuk karakter anak tanpa dihantui rasa takut akan tuntutan hukum.
Melalui kebijakan yang terkesan keras ini, KDM berharap tercipta kembali keselarasan dan kepercayaan yang proporsional. Guru dan sekolah dapat bekerja optimal dalam mendidik, dan orang tua dapat fokus pada peran pengasuhan di rumah, sehingga kualitas pendidikan karakter dapat ditingkatkan. (Dahlia)




